<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109028">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED BY UNIVERSITY STUDENTS IN SOCIAL MEDIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZHAR NOVIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menemukan jenis campur kode yang digunakan oleh siswa bahasa Inggris dan untuk menentukan alasan mengapa siswa menggunakan campur kode dalam obrolan grup WhatsApp. Data penelitian ini diperoleh dari seluruh mahasiswa bahasa Inggris yang menggunakan campur kode di dua grup chat WhatsApp, yaitu Aneuk Agam ESA Unsyiah, dan Bahasa Inggris USK 17. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dan wawancara. Data diambil dari dua obrolan grup WhatsApp dari September 2022 hingga akhir 2022. Seluruh interaksi antara populasi obrolan grup ditranskrip dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan tiga jenis campur kode, dengan jenis penyisipan dominan, diikuti pergantian, dan leksikalisasi kongruen. Campur kode tipe penyisipan itu sendiri ditemukan terbagi menjadi tiga tingkatan, dengan tipe yang dominan adalah campur kode level nomina, diikuti oleh campur kode level adjektiva, dan campur kode level verba. Hasil lain menemukan campur kode paling sering digunakan karena pola kebiasaan. Selanjutnya, Siswa dalam obrolan grup Whatsapp terkait melaporkan bahwa ada dua alasan mengapa mereka campur kode selain pola kebiasaan: itu karena peran dan hubungan peserta serta faktor situasional.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109028</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 11:11:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 11:15:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>