<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108989">
 <titleInfo>
  <title>INDIKASI TONSILEKTOMI  PADA PASIEN THT-KL RUMAH  SAKIT UMUM  DAERAH  DR.ZAIOEL ABIDIN BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shela Gustirani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tonsilektomi	 merupakan   satu  prosedur  pembedahan   tertua  yang  masih  dilakukan sampai   saat  ini.  Indikasi   tonsilektomi   dulu   dan  sekarang   tidak  jauh  berbeda, namun terdapat     perbedaan  prioritas  relatif  dalam   menentukan      indikasi tonsilektomi   pada  saat ini. Dulu  tonsilektomi   diindikasikan   untuk  terapi  tonsilitis kronik  dan  berulang.  Saat  ini, indikasi  yang  lebih  utama  adalah  obstruksi  saluran napas  dan hipertrof   tonsil.  Tujuan  penelitian  ini adalah  untuk mengetahui  indikasi yang  digunakan   dalam  menentukan   tindakan   tonsilektomi   di RSUD   dr. Zainoel Abidin  Banda   Aceh.   Penelitian    ini  merupakan    penelitian    deskriptif    dengan mengumpulkan  data  sekunder  berupa  rekam  medik  pasien  menggunakan   metode total   sampling.    Hasil   yang   didapatkan    dari   penelitian,    terdapat    48   operasi  tonsilektomi  yang   dilakukan    pada   tahun   2010   di  RSUD   dr. Zainoel    Abidin. lndikasi   dilakukannya   tonsilektomi   adalah  tonsillitis   kronik  sebanyak   36  (75%) pasien,  disusul  oleh hipertrofi  tonsil  sebanyak  It    (23%) pasien  dan tumor  tonsil  1 (2%) 	pasien.    Dari    penelitian     ini   ditemukan     kesimpulan     bahwa    prosedur tonsilektomi	paling   banyak   dilakukan   pada   anak-anak,   dan  indikasi   tersering adalah  tonsillitis  kronik.&#13;
&#13;
Kata   kunci    :    tonsilektomi,    indikasi,   tonsillitis   kronik,   hipertrofi   tonsil,   tumor  tonsil&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108989</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-10 11:04:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-10 11:04:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>