CARA KOMUNIKASI PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI DENGAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DALAM PEMAHAMAN PENGOBATAN DI POLIKLINIK RSUD ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

CARA KOMUNIKASI PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI DENGAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DALAM PEMAHAMAN PENGOBATAN DI POLIKLINIK RSUD ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

ABDU SALAM - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rosaria Indah - 197407142005012001 - Dosen Pembimbing I
Ferry Dwi Kurniawan - 198012082014041001 - Dosen Pembimbing II
Syahrul - 196202021989031001 - Penguji
Yunita Arliny - 197506101999032003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tuberkulosis masih merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Tingginya angka penderita tuberkulosis berkaitan dengan rendahnya pemahaman pasien terhadap pengobatan yang dijalaninya. Pemahaman pengobatan dapat tercapai dengan komunikasi yang baik oleh dokter kepada pasien. Namun nyatanya masih terdapat banyak hambatan dalam tercapainya tujuan komunikasi tersebut. Sehingga penelitian ini hendak mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antara dokter residen pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan pasien dalam konteks memberikan pemahaman pengobatan. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi telah digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara dan observasi partisipatif untuk menjawab tujuan penelitian. Wawancara telah dilakukan kepada pasien tuberkulosis paru dan dokter residen pulmonologi dan kedokteran respirasi. Observasi dilakukan selama terjadinya komunikasi antara dokter dengan pasien di ruang periksa. Penelitian ini menemukan cara komunikasi dokter-pasien dalam kerangka greet-invite-discuss. Pada tahap greet ditemukan dokter tidak menyapa pasien namun langsung menanyakan keluhan. Kedekatan hubungan dilakukan oleh dokter dengan cara tidak menjaga jarak fisik terlalu jauh dengan pasien. Pada tahap invite ditemukan dokter mengeksplorasi informasi pasien dengan pertanyaan tertutup. Menariknya pada tahap discuss ditemukan dominasi dokter pada pengambilan keputusan pengobatan. Selain itu juga ditemukan pemberian motivasi oleh dokter kepada pasien untuk meningkatkan semangat pasien menuju kesembuhan. Pada akhirnya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi bagi kurikulum pendidikan kedokteran terutama mengenai cara komunikasi dengan kerangka greet-invite-discuss.
Kata kunci: tuberkulosis, komunikasi, pemahaman pengobatan

Tuberculosis continues to be the disease with the highest incidence globally, largely due to patients' limited comprehension of the treatment process. Effective communication between physicians and patients has been identified as a key component in achieving understanding of treatment, yet numerous obstacles impede successful communication. Consequently, the present study seeks to explore the communication process between resident physicians specializing in pulmonology and respiratory medicine and patients to promote comprehension of treatment. The study employs a qualitative methodology with an ethnographic approach, utilizing interviews and participatory observation to elucidate research objectives. The interviews were conducted with patients diagnosed with pulmonary tuberculosis and resident physicians in pulmonology and respiratory medicine, while observation was carried out during patient-doctor communication in the examination room. The results of this study demonstrate that the communication process between physicians and patients is structured according to the greet-invite-discuss framework. During the greet phase, physicians often neglect to extend a cordial greeting, instead immediately inquiring about the patient's medical complaint. To establish closeness with patients, physicians adopt a more proximal stance, standing near the patient to avoid excessive physical distance. During the invite phase, physicians explore patients' medical information through the use of closed-ended questions. Interestingly, the study identified physician dominance in treatment decision-making during the discuss phase. Furthermore, physicians provided motivational support to patients to promote a positive attitude towards recovery. Finally, the findings of this study can be applied in evaluating medical education curricula, particularly in the area of communication skills utilizing the greet-invite-discuss framework. Keywords: tuberculosis, communication, treatment comprehension

Citation



    SERVICES DESK