<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108946">
 <titleInfo>
  <title>CARA KOMUNIKASI PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI DENGAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DALAM PEMAHAMAN PENGOBATAN DI POLIKLINIK RSUD ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABDU SALAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis masih merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Tingginya angka penderita tuberkulosis berkaitan dengan rendahnya pemahaman pasien terhadap pengobatan yang dijalaninya. Pemahaman pengobatan dapat tercapai dengan komunikasi yang baik oleh dokter kepada pasien. Namun nyatanya masih terdapat banyak hambatan dalam tercapainya tujuan komunikasi tersebut. Sehingga penelitian ini hendak mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antara dokter residen pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan pasien dalam konteks memberikan pemahaman pengobatan. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi telah digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara dan observasi partisipatif untuk menjawab tujuan penelitian. Wawancara telah dilakukan kepada pasien tuberkulosis paru dan dokter residen pulmonologi dan kedokteran respirasi. Observasi dilakukan selama terjadinya komunikasi antara dokter dengan pasien di ruang periksa. Penelitian ini menemukan cara komunikasi dokter-pasien dalam kerangka greet-invite-discuss. Pada tahap greet ditemukan dokter tidak menyapa pasien namun langsung menanyakan keluhan. Kedekatan hubungan dilakukan oleh dokter dengan cara tidak menjaga jarak fisik terlalu jauh dengan pasien. Pada tahap invite ditemukan dokter mengeksplorasi informasi pasien dengan pertanyaan tertutup. Menariknya pada tahap discuss ditemukan dominasi dokter pada pengambilan keputusan pengobatan. Selain itu juga ditemukan pemberian motivasi oleh dokter kepada pasien untuk meningkatkan semangat pasien menuju kesembuhan. Pada akhirnya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi bagi kurikulum pendidikan kedokteran terutama mengenai cara komunikasi dengan kerangka greet-invite-discuss.&#13;
Kata kunci: tuberkulosis, komunikasi, pemahaman pengobatan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108946</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-09 14:06:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-09 15:02:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>