<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108922">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA  STRES AKADEMIK DENGAN PH SALIVA PADA MAHASISWA    KOASS   PROGRAM    STUDI   KEDOKTERAN    GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurhasanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stres akademik  adalah  respon  rnahasiswa  yang  berupa perila.ku, pilciran, reaksi fisik maupun reaksi emosi negatif yang muncul akibat dari  tuntutan sekolah atau akademik.  Stres  pada  kedokteran  gigi disebabkan  oleh  beberapa  faktor  seperti kemampuan/ketrampilan dalam kepaniteraan klinik, kekurangan waktu  dalam melakukan  perawatan  pada  pasien,  melengkapi  persyaratan  k.linik, memberikan perawatan kepada pasien,   perbedaan pendapat antara staf klinik mengenai perawatan, dan mendapat  kepercayaan dalam melakukan pengambilan  keputusan klinik  dalam  perawatan.  Tingkat  stres  akademik  di ukur dengan  menggunakan kuisioner Dental Environment Stress (DES) yang merupakan kuisioner yang digunakan   untuk  mengukur  dan  mengetahui   ada  tidaknya   faktor  stres  pada mahasiswa kedokteran gigi. Pada orang yang mengalami stres dapat menyebabkan kekurangan  aliran saliva,  sehingga  berpengaruh  pada  pH saliva.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan  antara stres akademik  dengan  pH saliva pada mahasiswa koass Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas  Syiah Kuala.  Jumlah  subjek (n=60) dibagi ke dalam 4 tingkat  stres yaitu tidak stres (skor 0-9),  stres rendah (skor 10-18),  stres  sedang (skor  19-27), dan stres tinggi (skor 28-36), dengan pH saliva yang di ukur menggunakan  pH meter. Analisis statistik dengan menggunakan  uji chi-square dengan kemaknaan p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108922</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-09 10:45:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-09 10:45:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>