<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108900">
 <titleInfo>
  <title>PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI SARAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting merupakan suatu kondisi balita yang memiliki tinggi atau panjang badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur, yang menggambarkan keterlambatan dalam pertumbuhan karena malnutrisi di waktu yang panjang. Peran keluarga sangatlah penting dalam pencegahan stunting karena keluarga yang sangat mempengaruhi dalam pemenuhan nutrisi serta tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran keluarga dalam pencegahan stunting di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional study. Dengan jumlah sampel 95 responden yaitu ibu yang memiliki balita 1-5 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode quota sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner self report yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam pencegahan stunting berada pada kategori baik 63 responden (66,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga mempunyai peran yang baik dalam mencegah terjadinya stunting pada balita. Saran pada penelitian ini masih diperlukan berbagai upaya bagi keluarga dalam mengatasi stunting, dan peran perawat dapat meningkatkan bina keluarga balita dengan cara konseling serta edukasi terkait peran keluarga dalam pencegahan stunting.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108900</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 16:25:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-09 08:06:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>