<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108891">
 <titleInfo>
  <title>KEKERABATAN TANAMAN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN (BLANCO) BENTH.) VARIETAS LOKAL DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR BERDASARKAN GEN INTERNAL TRANSCRIBED SPACER (ITS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL FADHILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam aceh (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) termasuk salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Sebagian besar petani nilam menggunakan bibit dari varietas unggul untuk membudidayakan tanaman nilam, namun petani di Kecamatan Lhoong melakukan pembudidayaan nilam menggunakan bibit yang ditanam secara turun temurun. Tanaman nilam tersebut telah dinyatakan sebagai nilam aceh, tetapi belum dapat diverifikasi secara langsung sehingga tidak dapat dipastikan hubungan kekerabatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan tanaman nilam varietas lokal yang terdapat di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar dengan tiga varietas unggul yaitu tapaktuan, lhokseumawe dan sidikalang, merekontruksi dan menganalisis pohon filogenetik Pogostemon cablin (Blanco) Benth. berdasarkan gen ITS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang meliputi beberapa tahapan. Tahapan penelitian dimulai dengan ekstraksi DNA menggunakan metode CTAB, amplifikasi DNA menggunakan gen ITS, sequencing, penyejajaran hasil sequencing dan kontruksi pohon filogeni menggunakan MEGA X dengan metode Maximum Parsimony serta bootstrap sebanyak 1000 pengulangan.  Hasil penelitian menunjukkan ukuran DNA hasil amplifikasi dengan gen ITS untuk varietas lokal dan varietas unggul adalah 650 bp. Hasil penyejajaran sekuens dibandingkan dengan data yang diperoleh dari GenBank. Berdasarkan hasil kontruksi pohon filogeni menggunakan gen ITS menunjukkan bahwa sampel nilam varietas lokal yang terdiri dari Geunteut (GT), Lamsujen (LJ) dan Pudeng (PD) memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan varietas unggul yang terdiri dari TP1, SD1, LH1, LH2 dan LH3 dengan didukung jarak genetik yaitu 0,0000, sedangkan nilam varietas lokal sampel Krueng Kala (KK) memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan varietas unggul sampel SD2 didukung dengan jarak genetik sebesar 0,0031.&#13;
&#13;
Kata kunci: filogenetik, gen ITS, Pogostemon cablin (Blanco) Benth., varietas lokal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108891</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 14:53:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 15:00:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>