<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108876">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI DAN GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR PADA UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Medika Bintang Nugraha Soenoe</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan tujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati dan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) pada uji toksisitas akut ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Kirinyuh termasuk dalam famili Asteraceae, dalam bahasa Inggris disebut Siam weed, merupakan gulma padang rumput yang penyebarannya sangat luas di Indonesia. Berdasarkan uji fitokimia daun kirinyuh mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan fenolik. Penelitian ini dilakukan pada periode Oktober-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan dosis bertingkat yaitu 600 mg/kgBB, 1200 mg/kgBB, 2400 mg/kgBB, dan 4800 mg/kgBB ekstrak etanol daun kirinyuh dengan sekali pemberian secara oral kemudian diamati kematian hewan coba setelah 24 jam. Pengamatan dilakukan 14 hari setelah pemberian ekstrak etanol daun kirinyuh. Gambaran histopatologi hati dan ginjal dinilai menggunakan skoring berdasarkan parameter degenerasi melemak, degenerasi hidrofik dan nekrosis. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh ekstrak etanol daun kirinyuh pada gambaran histopatologi hati dan ginjal tikus putih galur Wistar. Berdasarkan Uji Non-Parametrik KruskalWallis, diperoleh p = 0,000 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108876</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 11:00:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 11:04:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>