<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108874">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TEKANAN INTRA OKULAR (TIO) SEBELUM DAN SETELAH OPERASI FAKOEMULSIFIKASI PADA PASIEN KATARAK SENILIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SABILA QURASIFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Katarak senilis merupakan kekeruhan pada lensa mata yang terjadi pada usia di atas 50 tahun. Katarak yang menyebabkan kebutaan dapat dicegah dengan tindakan operasi. Metode operasi yang paling sering digunakan di Indonesia adalah fakoemulsifikasi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi katarak ialah peningkatan tekanan intra okular (TIO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan TIO sebelum dan setelah operasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak senilis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekaran cross-sectional dengan teknik consecutive sampling dan jumlah sampel penelitian berjumlah 25 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data meliputi usia, jenis kelamin, TIO sebelum operasi, satu hari setelah operasi, dan satu pekan setelah operasi. Analisis statistik yang digunakan ialah uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi pasien katarak senilis tertinggi pada kelompok usia 60-69 tahun berjumlah 15 orang (60,0%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 18 orang (72,0%). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan TIO sebelum dan satu hari setelah operasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak senilis dengan p value 0,000 (p ≤ 0,05), namun tidak adanya perbedaan TIO sebelum dan satu pekan setelah operasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak senilis dengan p value 0,440 (p &gt; 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini ialah peningkatan TIO terjadi pada satu hari setelah operasi dengan perbedaan yang signifikan dan penurunan TIO terjadi pada satu pekan setelah operasi yang hampir sama dengan nilai TIO sebelum operasi fakoemulsifikasi.&#13;
 &#13;
Kata Kunci: Katarak Senilis, Fakoemulsifikasi, Tekanan Intra Okular&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108874</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 10:50:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-08 10:54:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>