<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108770">
 <titleInfo>
  <title>UJI BIOAKTIVITAS DAUN KIRINYUH RN(CHROMOLAENA ODORATA L.) SEBAGAI ANTI HELMINTH TERHADAP ASCARIDIA GALLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DARA SYIFA HARISHAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Askariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Infeksi cacing di Indonesia paling banyak disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH). Kirinyuh merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas anti helminth.   Adapun tujuan penelitian ini yaitu menentukan kandungan total fenolik, tanin dan flavonoid serta menentukan aktivitas ekstrak metanol daun Kirinyuh sebagai anti helminth terhadap Ascaridia galli. Kadar total fenolik, tanin dan flavonoid masing-masing didapatkan sebesar 30,34 mg GAE/g, 187,76 mg AT/g dan 91,25 mg QE/g.  Ascaridia galli digunakan sebagai organisme uji dalam  penelitian ini karena memiliki persamaan morfologi dengan cacing Ascaris lumbricoides. Organisme uji dibagi ke dalam enam kelompok uji, dengan tiap kelompok uji diberikan 30 ekor cacing. Kelompok uji yang digunakan yaitu ekstrak metanol daun Kirinyuh pada konsentrasi 5, 10, 15 dan 20%, serta kontrol negatif yaitu NaCl 0,9% dan kontrol positif berupa piperazin 1,5%. Jumlah kematian dan persentase kematian cacing selama 3 jam tiap 10 menit dikumpulkan sebagai data hasil uji anti helminth. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada tiap konsentrasi ekstrak metanol daun Kirinyuh memiliki efek anti helminth. Efek anti helminth paling baik didapatkan pada konsentrasi 20% yang mampu menyebabkan 100% kematian pada cacing, dengan nilai LC50 sebesar 8,98%.&#13;
Kata kunci	: Kirinyuh, lisis, A. galli, anti helminth.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108770</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-03 13:25:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-03 14:29:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>