TAJAM PENGLIHATAN PENDERITA KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2010 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TAJAM PENGLIHATAN PENDERITA KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2010


Pengarang

Erni Fitria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101010120

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.742

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Katarak adalah setiap kekeruhan yang terdapat pada lensa mata. Katarak merupakan penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan yang paling utama di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tajam penglihatan penderita katarak di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dalam periode Januari sampai Desember tahun 2010. Rancangan yang digunakan adalah deskriptif dimana subjek dalam penelitian ini terdiri dari 502 penderita katarak yang terdiri dari 272 penderita perempuan dan 230 penderita laki-laki. Pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi. Data sekunder didapat dari hasil pengamatan pada rekam medis pasien dan analisis data secara univariat dengan melihat proporsi dari masing-masing variabel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paling banyak penderita katarak di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin menderita katarak senilis (96.0%) dengan distribusi tajam penglihatan dari keseluruhan penderita yaitu, 28.5% memiliki tajam penglihatan baik, 39.6% memiliki tajam penglihatan sedang, dan 31.9% memiliki tajam penglihatan buruk. Selain itu, 132 (26.3%) penderita katarak memiliki penyakit mata penyerta dimana paling banyak penderita memiliki kelainan refraksi, yaitu sebanyak 45 penderita (32.1%).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK