<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108698">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN GANDARUSA DAN DAUN MIMBA SEBAGAI KANDIDAT KONTRASEPSI TERHADAP PERKEMBANGAN SEL-SEL SPERMATID DAN EKSPRESI RESEPTOR ANDROGEN PADA TESTIS KELINCI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Usma Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Daun gandarusa (Justicia gendarussa) dan daun mimba (Azadirachta indica) merupakan tanaman yang diketahui memiliki efek antifertilitas. Meskipun telah banyak penelitian mengenai efek ekstrak daun gandarusa dan daun mimba sebagai antifertilitas jantan, namun belum ada yang menggunakan kombinasinya sebagai antifertilitas, khususnya pada kelinci. Selain itu, masih sedikit peneliti yang melihat perkembangan sel spermatid dan ekspresi reseptor androgen (RA) pada kelinci sebagai dasar penentuan kemampuan antifertilitas suatu ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun gandarusa, daun mimba dan kombinasinya terhadap perkembangan sel-sel spermatid dan ekspresi RA.&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 28 ekor kelinci jantan dikelompokkan menjadi 7 kelompok perlakuan dengan 4 ulangan yaitu kelompok P0/kontrol (0 mg/kg BB), P1 diberikan ekstrak daun mimba 200 mg/kg BB, P2 diberikan ekstrak daun mimba 300 mg/kg BB, P3 diberikan ekstrak daun gandarusa 200 mg/kg BB, P4 diberikan ekstrak daun gandarusa 300 mg/kg BB, P5 diberikan kombinasi 200 mg/kg BB dan P6 diberikan kombinasi 300 mg/kg BB (50:50). Ekstrak diberikan per oral selama 52 hari. Pewarnaan PAS digunakan untuk mengamati perkembangan sel spermatid, penghitungan jumlah sel spermatid difokuskan pada tubulus seminiferus stage I, II, IV dan V. Tubulus seminiferus yang dihitung pada masing-masing kelompok perlakuan berjumlah 20 tubulus. Data jumlah sel spermatid meliputi round spermatid, elongating spermatid dan elongated spermatid. Imunoreaktivitas reseptor androgen diamati menggunakan pewarnaan IHK metode ABC, identifikasi hasil pewarnaan dilakukan dengan memberikan skoring menggunakan intensity score (IS). &#13;
Hasil penelitian pemberian ekstrak daun mimba, daun gandarusa, dan kombinasinya berpengaruh secara nyata (P0,05). Intensitas RA pada kelompok perlakuan P0 tidak berbeda secara signifikan (P&gt;0,05) dengan P1, P2, P3, P4, P5 dan P6. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun mimba, daun gandarusa, dan kombinasinya mampu menurunkan jumlah sel spermatid, dan dosis efektif adalah ekstrak daun mimba 300 mg/kg BB (P2) dan dosis kombinasi 300 mg/kg BB (P6). Namun ekstrak daun gandarusa, daun mimba, dan kombinasinya tidak menurunkan ekspresi RA. &#13;
Kata kunci: Justicia gendarussa, Azadirachta indica, antifertilitas, spermatid, reseptor androgen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108698</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-28 16:26:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-01 10:28:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>