ANALISIS PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PERWUJUDAN KOTA RAMAH DISABILITAS DENGAN PENDEKATAN INCLUSIVE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PERWUJUDAN KOTA RAMAH DISABILITAS DENGAN PENDEKATAN INCLUSIVE


Pengarang

AULIA ANANDA KARTIKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Reza Fahlevi - 198908282021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010090

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Imu Sosial dan Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
Kota Banda Aceh sebagai daerah yang dinobatkan sebagai Kota inklusif dan Ramah bagi Penyandang Disabilitas berkomitmen untuk membagikan pelayanan yang memuaskan kepada penyandang disabilitas serta membentuk warga perkotaannya menjadi warga perkotaan yang utuh. Namun berdasarkan data yang didapat dari observasi, wawancara dan data yang peneliti ambil dari laman dinas sosial, kesehatan, dan transportasi, dalam hal ini kota Banda Aceh masih jauh dari ramah disabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam Perwujudan kota ramah disabilitas dengan pendekatan inclusive city dan kendala pemerintah Kota Banda Aceh dalam Perwujudan kota ramah disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori peran pemerintah Ryass Rasyid yang meliputi tiga elemen penting, yaitu regulator, fasilitator, dan motivator. Dalam menganalisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwujudan kota ramah disabilitas dengan pendekatan inclusive city di Kota banda Aceh belum ramah disabilitas. Sebagai regulator bisa dilihat dari hukum yang bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan. Fasilitator, fasilitas dan pelayanan publik belum dapat memecahkan permasalahan penyandang disabilitas dan sebagai motivator dimana pemerintah masih gagal dalam menyejahterakan penyandang disabilitas. Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan lahan, keterbatasan anggaran, dan diskriminasi penyandang disabilitas.Untuk itu, diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh perlu meningkatkan sosialisasi tentang kepedulian bagi kelompok disabilitas, melakukan pembenahan bangunan dan lingkungan, mendukung dan memberi insentif terhadap pengembangan industri local yang ramah disabilitas, wajib mewujudkan fasilitas dan aksesibilitas disabilitas pada bangunan dan lingkungan masing-masing.

Kata Kunci: Peran, Inclusive City, Disabilitas, Pelayanan Publik, Kota Banda Aceh

Abstract Banda Aceh City as an area that has been named an inclusive and Friendly City for Persons with Disabilities is committed to providing satisfactory services to persons with disabilities and shaping its urban residents to become complete urban citizens. However, based on data obtained from observations, interviews and data collected by researchers from social, health and transportation service websites, in this case the city of Banda Aceh is still far from being disabled friendly. The purpose of this study was to find out and explain the role of the Banda Aceh City government in realizing a disability-friendly city with an inclusive city approach and the constraints of the Banda Aceh City government in realizing a disability-friendly city. This study uses a qualitative descriptive approach using Ryass Rasyid's government role theory which includes three important elements, namely regulators, facilitators, and motivators. In analyzing the data using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the embodiment of a disability-friendly city with an inclusive city approach in Banda Aceh City is not yet disability-friendly. It can be seen from the law that conflicts with established regulations, public facilities and services have not been able to solve the problems of persons with disabilities, and the government has failed to improve the welfare of persons with disabilities. The obstacles faced are limited land, limited budget, and discrimination of persons with disabilities. For this reason, it is hoped that the City Government of Banda Aceh needs to increase socialization about caring for disabled groups, make improvements to buildings and the environment, support and provide incentives for the development of disability-friendly local industries, must realize facilities and accessibility for disabilities in their respective buildings and environments. Keywords: Role, Inclusive City, Disability, Public Services, City of Banda Aceh

Citation



    SERVICES DESK