PEMBINAAN MUALLAF DI WILAYAH PERBATASAN ACEH DENGAN SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBINAAN MUALLAF DI WILAYAH PERBATASAN ACEH DENGAN SUMATERA UTARA


Pengarang

DESKI RAMANDA PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erna Hayati - 195911041990032001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1806101010030

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
Pembinaan muallaf merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Aceh, dai, dan masyarakat. Pembinaan muallaf yang dilaksanakan tidak terpusat pada pembinaan aqidah tetapi pembinaan ilmu pengetahuan agama, pembinaan mental dan budaya, dan pembinaan ekonomi muallaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya Pemerintah Aceh terhadap pembinaan muallaf di wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Singkil dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat pembinaan muallaf di wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan Pemerintah Aceh melaksankan pembinaan muallaf satu atau dua kali dalam setahun dimana materi bimbingan muallaf antara lain: pembinaan aqidah, bimbingan shalat, belajar mengaji, cara bersuci dan penguatan ilmu fiqih. Setiap pelaksanaan pembinaan memiliki faktor pendukung yaini adanya keinginan dari muallaf untuk belajar tentang Islam, selanjutnya faktor penghambat dalam pembinaan muallaf yang dilakukan Pemerintah Aceh antara lain: kurangnya anggaran, kurangnya buku materi bimbingan Islam, jauhnya jarak lokasi pembinaan, dan tidak adanya transportasi. Pembinaan muallaf diwilayah perbatasan masih diperlukannya pembinaan yang terpusat dan berkelanjutan kepada muallaf.

Kata Kunci: Pembinaan, Muallaf, Wilayah Perbatasan

Abstract The development of nausealaf is the responsibility of the Government of Aceh, dai, and the community. The muallaf coaching that is carried out is not centered on aqidah coaching but the development of religious science, mental and cultural coaching, and muallaf economic coaching. This Study aims to find out how the Aceh Government is trying to develop nausealaf in the border area of Aceh Singkil Regency and to find out what are the supporting factors and obstcles to muallaf development in the border area of Aceh Singkil Regency. This research uses qualitative methods with a descriptive type of research. Data collection techniques using interviews and observations. The results of this study show that the Aceh Governmen carries out muallaf coaching once our twich a year where the material for muallaf guidance includes: aqidah guidance, prayer guidance, learning to recite, how to purify and strengthening fiqh knowledge. Every implementation of coaching has supporting factors, namely the desire of muallaf to learn about Islam, Furthermore, the inhibiting factors in the development include: lack of budget, lack of Islamic guidance material books, distance from the coaching location, and absence of transportation. The development of nausealaf in the border area is still necessary forcentralized and continuous development of muallaf. Keywords: Coaching, Muallaf, Border Regions

Citation



    SERVICES DESK