<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108563">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Intan fadilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Siswa diharapkan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang baik pada pembelajaran matematika. Namun, berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi lingkaran masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memiliki gaya belajar visual, verbal, auditori, dan kinestetik pada materi lingkaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis eksplorasi. Subjek penelitian ini dipilih 9 dari 24 orang siswa kelas IX E di MTsS Al-Manar yang terdiri dari: 3 subjek bergaya belajar visual (kemampuan tinggi, kemampuan sedang, kemampuan rendah), 2 subjek bergaya belajar verbal (kemampuan tinggi, kemampuan rendah), 1 subjek yang bergaya belajar auditori yakni auditori berkemampuan rendah, serta 3 subjek bergaya belajar kinestetik (kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah). 9 subjek tersebut diambil berdasarkan angket gaya belajar, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, serta pengumpulan data kualitatif dilaksanakan melalui wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data,  penarikan kesimpulan, serta pengujian keabsahan data melalui triangulasi waktu.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek yang memiliki gaya belajar visual dan verbal, mampu untuk mengidentifikasi fakta melalui tahap read and think, serta subjek mampu mengatur informasi yang didapat dari soal melalui tahap explore and plan. Subjek yang bergaya belajar auditori, subjek tersebut hanya mampu untuk mengidentifikasi fakta yang ada di soal melalui tahapan read and think. Subjek yang mempunyai gaya belajar kinestetik, subjek tersebut tidak mampu untuk memenuhi satu tahapan pun, yaitu tahap kemampuan pemecahan masalah matematis yang terdiri dari: read and think, explore and plan, select a strategy, find an answer, dan reflect and extend. Implikasi dari penelitian ini diharapkan kepada guru dapat memberi bantuan secara maksimal baik berupa metode ataupun media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa, agar mendapatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108563</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-23 10:11:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-23 14:40:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>