<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108540">
 <titleInfo>
  <title>HUKUM NIKAH SARA BELAH (SATU KAMPUNG) MENURUT HUKUM ADAT GAYO DI KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reni Octavia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam pasal 13 huruf c Qanun Provinsi Aceh Nomor 9 Tahun 2008 Tentang&#13;
Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat memberikan kewenangan kepada&#13;
pemerintah kampung untuk menyelesaikan sengketa/perselisihan yang terjadi di&#13;
masyarakat salah satu perselisihan yang dapat diselesaikan yaitu terjadinya perkawinan&#13;
sara belah (satu kampung), dalam praktiknya di kecamatan Timang Gajah Kabupaten&#13;
Bener Meriah pada Kampung Gunung Tunyang dan Tunyang Induk penerapan aturan&#13;
adat mengenai larangan perkawinan sara belah (satu kampung) diakui dan&#13;
dipertahankan secara turun temurun oleh masyarakat hingga saat ini.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengkaji dan menjelaskan tentang&#13;
mengapa ada larangan perkawinan sara belah, untuk mengetahui apa akibat hukum&#13;
adat bagi para pihak yang melakukan perkawinan sara belah, dan menjelaskan&#13;
mengenai bagaimana penyelesaian sengketa hukum adat bagi pelaku perkawinan sara&#13;
belah.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, data dalam penelitian&#13;
ini diperoleh dari penelitian lapangan dengan mewawancarai informan dan responden,&#13;
penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mengkaji serta mempelajari peraturan&#13;
Qanun hukum adat dan adat istiadat, buku-buku, jurnal, artikel, dan media internet.&#13;
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian peratama, masyarakat suku Gayo menganut sistem&#13;
perkawinan eksogami atau larangan perkawinan sesama suku/clan atau belah&#13;
(kampung) serta masih menerapkan larangan perkawinan sara belah (satu kampung)&#13;
pada satu Kecamatan di dua Kampung, kedua, keberadaan hukum adat di Gayo&#13;
Kabupaten Bener Meriah dengan Agama saling berdampingan, ketiga tujuan diberikan&#13;
sanksi berupa parak (pengasingan ) dan denda yang diputuskan oleh sarak opat melalui&#13;
kesepakan bersama agar terciptanya ketentraman didalam masyarakat hukum adat,&#13;
serta untuk dapat mengikat ikatan perkawinan, hukum adat istiadat menjaga agar tidak&#13;
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dimasa mendatang.&#13;
Disarankan kepada pemerintah melalui Majelis Adat Gayo (MAG) Kabupaten&#13;
Bener Meriah agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak negatif&#13;
dan positif dari perkawinan sara belah, agar menjaga adat dan istiadat di masyarakat&#13;
tetap dapat dipertahankan dan dilestarikan, serta perlunya kerjasama antara sarak opat&#13;
dan Majelis Adat Gayo untuk mengenalkan adat dan budaya suku Gayo diluar daerah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMARY LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>340.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108540</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-22 13:54:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-23 09:36:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>