<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108517">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN DOSIS SERAP RADIASI PADA PASIEN TORAKS BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH DI RUMAH SAKIT TIPE B</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJAR MAULANA SULTAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian di ruang Radiologi Rumah Sakit Tipe B. Penelitian ini menggunakan alat X-ray mobile untuk mendapatkan nilai paparan radiasi, dan dosis serap. Faktor ekposi yang terdiri dari tegangan (kV), arus waktu (mAs), dan jarak penyinaran (cm) menghasilkan nilai dosis paparan radiasi dan dosis serap. Kurangnya ketelitian pekerja terhadap mesin ataupun pasien akan menghasilkan perbedaan dosis paparan radiasi, dan dosis serap yang diterima. Rentang usia pasien yang digunakan pada saat penelitian yaitu pasien dewasa (26 – 45 tahun) dan pasien lansia (46 – 85 tahun). Sebelum dilakukan penyinaran dilakukan pengukuran massa badan (kg), tinggi badan (cm), dan tebal badan (cm). Hasil yang didapatkan berupa hubungan faktor eksposi terhadap dosis paparan radiasi (R), Hubungan faktor eksposi mesin Rontgen terhadap dosis serap pada pasien toraks berdasarkan Indeks Massa Tubuh, hubungan IMT terhadap faktor eksposi, dan hubungan IMT terhadap dosis serap radiasi yang di bandingkan dengan standar BAPETEN. IMT merupakan alat atau cara sederhana untuk memantau status gizi, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan massa badan. Dosis serap yang diterapkan standar BAPETEN adalah 0.4 mGy, pasien kurus dan normal sesuai dengan standar BAPETEN sedangkan pasien gemuk melebihi standar BAPETEN. Hasil yang didapatkan adalah Semakin besar faktor eksposi yang digunakan maka dosis paparan radiasi dan dosis serap yang diterima akan semakin besar dan semakin besar atau gemuk pasien maka akan semakin tinggi dosis serap yang dihasilkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-21 15:18:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-21 15:34:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>