<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108463">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH GEL EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) HARI KE-3</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri irhamna purba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekstraksi gigi merupakan tindakan pencabutan gigi yang melibatkan jaringan tulang dan jaringan lunak dalam rongga mulut. Saat ekstraksi gigi dilakukan akan menghasilkan perlukaan soket. Respon terhadap luka soket pasca ekstraksi gigi tersebut merupakan inflamasi. Proses penyembuhan luka terdiri dari fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodeling. Sel Makrofag dan PMN merupakan sel yang berperan dalam proses penyembuhan luka pada fase inflamasi. Terdapat beberapa manfaat dalam kandungan senyawa bioaktif rumput laut (Gracilaria verrucosa) sebagai antiinflamasi, sehingga penelitian ini digunakannya gel ekstrak rumput laut (Gracillaria verrucosa) yang mengandung senyawa bioaktif sebagai antiinflamasi yang dapat mengurangi peradangan serta membantu mengurangi rasa sakit pada luka. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain post test only control group yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok perlakuan (diaplikasikan gel ekstrak Gracilaria verrucosa) dan kelompok kontrol (diaplikasikan gel basis) masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Seluruh tikus dilakukan euthanasia pada hari ke-3 dan dibuat preparat histologis untuk dilakukan pengamatan dan perhitungan jumlah Makrofag dan PMN. Hasil uji statistik T Tidak Berpasangan dilakukan terhadap data sel makrofag pada kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan bahwa nilai (p&gt;0,05) yaitu p=0,949 tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan (bermakna) sedangkan hasil uji statistik Mann-Whitney terhadap data sel PMN pada kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan bahwa nilai (p&gt;0,05) yaitu p=0,595 tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan (bermakna). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak rumput laut (Gracilaria verrucosa) berpengaruh terhadap jumlah sel makrofag dan PMN pada luka pasca ekstraksi gigi pada hari ke-3, tetapi tidak mempunyai perbedaan yang signifikan pada proses penyembuhan luka.&#13;
Kata Kunci : Ekstraksi Gigi, Gracillaria verrucosa, Makrofag, Penyembuhan       luka, PMN (polimorfonuklear).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-17 16:30:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-17 16:55:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>