<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108442">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KARAKTERISTIK SINYAL GETARAN DENGAN MENVARIASIKAN FREKUENSI PERSAMPELAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI WAHYUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah mesin yang ideal pada prinsipnya tidak menimbulkan getaran sama sekali, karena seluruh energi yang dihasilkan diubah menjadi kerja. Namun kenyataannya, sebagian energi terbuang menjadi getaran. Untuk melaksanakan predictive maintenance berbasis getaran, maka perlu dilakukan pengukuran sinyal getaran. Salah satu parameter penting yang harus didefinisikan dalam pengukuran sinyal getaran adalah sampling frequency (frekuensi persampelan). Dalam beberapa penelitian terdahulu, didapati bahwa frekuensi persampelan yang digunakan dalam pengukuran sinyal getaran sangat beragam. Ini tentunya akan sangat mempengaruhi karakteristik sinyal yang diukur. Amplitudo dari sinyal getaran yang dihasilkan dari accelerometer bervariasi. Total panjang sinyal getaran yang tercatat adalah selama 60 detik. Frekuensi (sampel rate) yang dipakai adalah 1.000 Hz, 2.000 Hz, 3.000 Hz, 4.000 Hz, 5.000 Hz, 6.000 Hz, 7.000 Hz, 8.000 Hz, 9.000 Hz dan 10.000 Hz. Pola geteran yang diperoleh adalah sama karena semua sinyal yang diukur merupakan reaksi dari beban yang sama besar. Parameter statistik didapatkan baik dari nilai Root Mean Square (RMS), skewness, kurtosis dan crest factor didapatkan hasil berbeda pada setiap frekuensi yang diukur. Perbedaan sampel frekuensi yang diukur tidak berpengaruh signifikan pada uji lelah, dimana nilai kerusakan lelah setiap frekuensinya tidak adanya perbedaan yang signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VIBRATIONS - MACHINERY</topic>
 </subject>
 <classification>621.811</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108442</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-17 10:24:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-20 10:26:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>