<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108368">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI KONDISI SENDI DAN TERAPI PADA KASUS TEMPOROMANDIBULAR DISORDER BERBASIS APLIKASI INFRARED THERMOGRAPHY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Liana Rahmayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit Temporomandibular Disorder (TMD) merupakan penyakit yang menyerang sendi temporomandibula. Diketahui sendi temporomandibula merupakan salah satu komponen dari sistem pengunyahan. Sendi ini sangat berperan penting pada pergerakan membuka dan menutup rahang, mengunyah, serta berbicara. Akan tetapi penyakit TMD biasanya sering tidak mendapat perawatan yang tepat karena tidak diketahui penyebab yang pasti dan juga karena minimnya ahli yang kompeten untuk menangani kasus tersebut. Sebagian besar pasien justru pergi ke dokter umum untuk mengobati keluhan serta gejala yang dirasakannya. &#13;
Agar dapat ditegakkan diagnosis yang tepat untuk kasus TMD ini terdapat beberapa pemeriksaan yang memang seharusnya dilakukan, salah satunya pemeriksaan radiograf dalam menentukan kondisi sendi. Alternatif lain untuk pemeriksaan kondisi sendi yaitu penggunaan aplikasi infrared (IR) yang akhir-akhir ini sangat populer dalam bidang kesehatan. Infrared adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Selain banyak digunakan sebagai alat-alat kesehatan untuk mendeteksi penyakit, aplikasi IR juga digunakan untuk terapi penyakit. Sinar IR yang dipancarkan pada gelombang tertentu terbukti dapat membantu proses penyembuhan beberapa penyakit diantaranya diabetes, anemia, pegal-pegal, rematik, sakit pinggang dan darah tinggi. Pada penyakit TMD terapi dengan sinar IR juga dapat menjadi pilihan karena bersifat non invasif, aplikasinya mudah, waktu yang relatif singkat dan minimal kontra indikasi.  &#13;
	Penelitian ini diawali dengan merancang sistem instrumen alat terapi dengan penambahan beberapa komponen pelengkap yang dapat memudahkan aplikasi ke subjek. Instrumen diuji dan dikalibrasi pada 30 menit dengan hasil nilai cronbach’s alpha 0,962 dan ICC single measures 0,894. Begitu juga dengan pengukuran 60 menit hasil nilai cronbach’s alpha 0,999 dan ICC single measures 0,996, yang artinya dapat dikatakan alat ukur andal serta memiliki stabilitas tinggi. Secara uji statistik dapat dikatakan alat ini reliabel, yaitu konsistensi dari serangkaian pengukuran dimana hasilnya berupa pengukuran dari alat ukur yang sama memberikan hasil yang sama. Alat kemudian diujikan ke subjek kasus TMD yang diseleksi dengan kategori Fonseca Anamnestic Index (FAI). Terapi diberikan dengan kelompok durasi 10 dan 15 menit, sebanyak 6 kali paparan selama 3 minggu. Dilakukan pengukuran tingkat gangguan/nyeri pada subjek dengan Visual Analog Scale (VAS), merupakan skala psikometri yang umumnya digunakan untuk melakukan survei skala nyeri, hasilnya dijumpai pada kedua kelompok terdapat penurunan tingkat nyeri yang signifikan. Terutama pada kelompok 15 menit terlihat penurunan grafik 1-2 menurun 2,83 derajat, 1-3 Menurun 4,33 derajat, 2-3 Menurun 1,50 derajat, ada perbedaan rata-rata penurunan yang signifikan dari waktu ke waktu. Dengan demikian perlakuan dapat menurukan angka persepsi nyeri subjek.    &#13;
Kata kunci: Temporomandibular disorder, infrared thermography, terapi, diagnosis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108368</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-21 20:51:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 10:28:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>