<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108359">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYATAN TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) ANTARA PENGGUNAAN GEL EKSTRAK DAUN COCOR BEBEK (KALANCHOE PINNATA), HYALURONIC ACID, DAN KOMBINASI ALOE VERA-HYALURONIC ACID</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raihan Khaira Syakilah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka merupakan kerusakan jaringan tubuh yang menyebabkan kulit kehilangan struktur kompleksnya. Untuk mempercepat penyembuhan luka, dapat menggunakan hidrogel dan tanaman herbal. Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa lainnya yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Sementara itu, gel yang berbasis Aloe vera dan hyaluronic acid juga terbukti membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka sayatan tikus Wistar antara penggunaan gel ekstrak daun cocor bebek, hyaluronic acid gel, dan kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel. Sampel pada penelitian ini adalah tikus Wistar jantan, berusia 2-3 bulan, dan berat badan 200-300 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok perlakuan gel ekstrak daun cocor bebek, kelompok perlakuan kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel, dan kelompok perlakuan hyaluronic acid gel. Tikus dianastesi, kemudian dibuat perlukaan pada gingiva labial di bawah kedua gigi anterior mandibula sepanjang 5 mm dengan kedalaman mencapai tulang alveolar. Gel diberikan 2 kali sehari pada pagi dan sore. Hasil uji statistik dua kelompok uji dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah sel fibroblas pada dua kelompok uji, sementara hasil uji statistik tiga kelompok uji menggunakan One Way ANOVA menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan pada ketiga kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data ini, disimpulkan bahwa terdapatnya perbandingan jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka sayatan tikus Wistar antara kelompok gel ekstrak daun cocor bebek, kelompok kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel, dan kelompok hyaluronic acid gel.&#13;
Kata kunci: daun cocor bebek, hyaluronic acid, penyembuhan luka sayatan, sel fibroblas, tikus Wistar.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 16:34:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 09:58:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>