<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108358">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH OBAT KUMUR JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) TERHADAP RESORPSI TULANG ALVEOLAR TIKUS WISTAR YANG PERIODONTITIS SECARA KLINIS DAN RADIOGRAFI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alya rizka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Periodontitis merupakan suatu kondisi inflamasi pada jaringan periodontal yang disebabkan oleh mikroorganisme spesifik di rongga mulut, ditandai dengan penurunan tulang alveolar, kerusakan yang progresif pada jaringan pendukung gigi sehingga gigi kehilangan dukungan dari jaringan sekitarnya. Obat kumur buah Jamblang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, fenol, tanin dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obat kumur buah Jamblang terhadap resorpsi tulang alveolar pada tikus Wistar yang diinduksikan periodontitis secara klinis dan radiografi. Induksi periodontitis dilakukan selama 14 hari dengan pemasangan wire 0,008 inci pada area servikal dan diikat pada bagian submarginal gigi insisivus sentral rahang bawah. Penelitian ini dilakukan dengan desain posttest with control group dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (pemberian akuades), kelompok kontrol positif (pemberian obat kumur herbal komersial), dan kelompok perlakuan (obat kumur buah Jamblang). Perawatan dilakukan dengan cara mengalirkan akuades, obat kumur herbal komersial, dan obat kumur buah Jamblang di pagi dan sore hari dengan selisih waktu tujuh jam selama 14 hari. Hasil analisis statistik terlihat tidak adanya perbedaan yang bermakna secara klinis dengan p=0,553(p&gt;0,05). Hasil analisis Kruskal Wallis secara radiografi menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dengan p=0,041(p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108358</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 16:09:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 10:03:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>