<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108326">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTETRI EKSTRAK ETANOL BUNGA TAHI KOTOK (TAGETES ERECTA LINN) TERHADAP STREPTOKOKUS GRUP B ISOLAT VAGINOSIS BAKTERIALIS SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Fadhliati Maulida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vaginosis bakterialis  merupakan  suatu kondisi abnormal  pada ekosistem  vagina akibat  pergantian  Lactobacillus   spp.  sebagai  flora  normal.    alah  satu  bakteri  yang berperan  penting sebagai  penyebab  vaginosis  bakterialis  adalah Streptokokus  Grup B (SGB).   Bunga  tahi   kotok  lelah dimanfaatkan   oleh  masyarakat   untuk  mengobati berbagai   macam   penyakit,   salah   satunya   adalah   penyakit   infeksi.   Suatu   studi sebelumnya  telah  menunjukkan  efek antibakteri  bunga tahi  kotok terhadap  sejumlah bakteri.  Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  pengaruh  ekstrak etanol  bunga tahi kotok  (Tagetes erecta Linn) dalam  menghambat  pertumbuhan  SGB  isolat  vaginosis bakterialis  secara in vitro. Jenis penelitian  ini adalah eksperimen  laboratorium  dengan menggunakan  rancangan  acak lengkap (RAL) yang dibagi dalam  7 kelompok, yaitu 4 kelompok  perlakuan  dan  3 kelompok  kontrol.  Masing-masing   kelompok  dilakukan pengulangan  sebanyak  4 kali.  Kelompok  perlakuan terdiri dari ekstrak  etanol  bunga tahi kotok  konsentrasi  25%,  50%, 75%,  dan  100%, kelompok  kontrol  positif  adalah penisilin   10 ug,  kelompok  kontrol  negatif  adalah  air  steril  yang  dicampur  dengan tween  80 dan ctanol.  Uji antibakteri  dilakukan  dengan  metode  difusi  cakram  Kirby  Bauer.  Data  dianalisis   secara   deskriptif   yang  disajikan   dalam   bentuk   tabel  dan  gambar.  Hasil  penelitian   ini  menunjukkan   bahwa  ekstrak  etanol  bunga  tahi  koLok dengan  konsentrasi   25%,  50 %, 75%,  dan 100% mampu  membentuk  zona  hambat rata-rata  sebesar   13,50 mm,  15,25 mm,  19,00 mm,  dan  22,00  mm.  Sementara   itu, kelompok   kontrol   positif  dan  negatif   mampu   membentuk   zona  hambat   rata-rata masing-masing  30,25 mm, 5,00 mm, dan 5.00 mm. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  ekstrak  etanol  bunga  tahi  kotok  dengan  konsentrasi   25%,  50%,  dan  75% memiliki daya hambat yang kuat, sedangkan  konsentrasi  100% memiliki daya hambat yang  sangat  kuat.  Dari hasil  di atas dapat  disimpulkan   bahwa  ekstrak  etanol  bunga tahi kotok mampu menghambat pertumbuhan  SGB isolat vaginosis  bakterialis.&#13;
&#13;
Key words   :   Tagetes erecta Linn, Vaginosis   Bakterialis,  Streptokokus  Grup B.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108326</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:12:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:12:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>