FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Gilbran ayyubi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101010159

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.614

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penderita Penyakit ginjal kronik (PGK) pada tahap gagal ginjal harus di terapi dengan pengobatan pengganti ginjal, salah satunya dengan hemodialisis. Pasien yang menjalani hemodialisis diketahui mengalami penurunan pada kualitas hidup dan dipengaruhi berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penderita PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini berbentuk analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dengan sampling non probabilitas dengan metode sampling konsekutif dari pasien PGK di Instalasi Hemodialisis RSUD Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada tanggal 4
Juli 2012 sampai 16 Juli 2012 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner Short-Form
36 (SF-36) dan dianalisis dengan menggunakan kai kuadrat dan uji eksak fisher. Hasil penelitian yang diperoleh dari 72 sampel: sebanyak 41 orang (56,9%) dengan kualitas hidup baik, lama hemodialisis terbanyak di bawah satu tahun yaitu 28 orang (38,9%), tingkat pendidikan terbanyak adalah SMU sebanyak 29 orang (40,3%), rentang usia terbanyak adalah 41-50 tahun sebanyak 24 orang (33,3%), sebanyak 48 orang (66,7%) sudah tidak bekerja, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 49 orang (68,1%) dan sebanyak 69 orang (87,5%) dengan kondisi komorbid. Terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kualitas hidup (p < 0,032) dan tidak didapatkan hubungan berrnakna antara lama hemodialisis, usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta kondisi komorbid dengan kualitas hidup. Kesimpulan: sebagian besar penderita PGK yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis RSUDZA Banda Aceh memiliki kualitas hidup yang baik dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kualitas hidup dimana semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik kualitas hidup pasien.


Kata kunci: Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisis, Kualitas Hidup, SF-36







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK