KONTRIBUSI PEMBERIAN TERAPI CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PERBAIKAN KONDISI PENDERITA DEWASA DBD DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKITRNIBU DAN ANAK BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KONTRIBUSI PEMBERIAN TERAPI CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PERBAIKAN KONDISI PENDERITA DEWASA DBD DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKITRNIBU DAN ANAK BANDA ACEH


Pengarang

Mariska - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0907101010107

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prinsip utama dalam terapi Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah terapi suportif untuk mempertabankan volume cairan intravena yang berkurang ak.ibat adanya rembesan plasma Cairan yang ideal digunakan sebagai terapi berupa cairan kristaloid dan cairan koloid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan cairan kristaloid dan cairan koloid yang diberikan sebagai terapi suportif pada pasien DBD di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan kohort retrospektif. Data diambil dengan melibat rekam medik pasien DBD yang tercatat dari tanggal 1 Juli 2011 sampai 31 Juni 2012 yang berjumlah 62 kasus (Accidental Sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat bubungan pemberian terapi cairan kristaloid dan koloid
dengan nilai hematokrit (p = 0,992), tidak terdapat hubungan pemberian terapi
cairan kristaloid dan koloid dengan tekanan darah (p = 0,7), terdapat penurunan
nilai hematok:rit pada pemberian terapi cairan kristaloid lebih dominan dari koloid (p = 0,042), terdapat penurunan nilai hematokrit pada pe.mberian terapi cairan kristaloid yang seimbang dengan koloid (p = 0,029), tidak terdapat perbedaan
nilai hematokrit hari pertama pada kelompok kristaloid Iebih dominan dari koloid dengan kelompok kristaloid yang seimbang dengan koloid (p = 0,870), dan tidak terdapat perbedaan nilai hematokrit hari terakhir pada kelompok k:ristaloid lebih
dorninan dari koloid dengan kelompok kristaloid yang seimbang dengan koloid (p
= 0,239). Dapat disimpulkan bahwa dalam terapi DBD tidak terdapat perbedaan
yang signifikan antara pemberian terapi cairan kristaloid dan cairan koloid.
Kata kunci: DBD, Kristaloid, Koloid

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK