<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108244">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SALEP EKSTRAK JAMBU  BIJI (PSIDIUMN  GUAJAVA)RNTERBADAP PENYEMBUHAN LUKA SKIN LOSSRNPADA TIKUS  PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi sartika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyembuhan luka merupakan suatu proses fisiologis komplek dalam mengembalikan    kontinuitas     dan    struktur   jaringan    tubuh    akibat    berbagai mekanisme  cedera.  Banyak   faktor  yang  bisa  menghambat   penyembuhan  luka yang  berasal dari  dalam  tubuh  maupun luar tubuh,  Jambu  biji  merah  (Psidium guajava) merupakan  buah  yang banyak  mengandung  vitamin   C.  Penelitian   ini bertujuan  mengetahui   keefektifan  pemberian   salep   ekstra   Jambu   Biji  Merah terhadap penyembuhan   luka skin loss pada tikus  putih (Rattus Norvegicus) Iuka&#13;
hingga  subkutis dibuat dengan diameter 1 cm pada bagian  punggung  tikus dengan&#13;
anestesi   injeksi.   Metodelogi   penelitian   menggunakan  eksperimen  laboratorium (posttest with control group) Rancangan  Acak  Lengkap (RAL ) terhadap   16  ekor tikus berumur 3-4 bulan dengan merata berat badan  150-200 gram. Sampel dibagi 4 kelompok   dengan   4  subjek  tiap  kelompok   yaitu  kelompok   I   (kontrol)   diberi vaselin putih,  (placebo), kelompok  II, ID dan IV diberikan salep ekstra Jambu Biji masing-masing  dengan  konsentrasi 25%,  50%,  dan 75%.  Pengobatan  dilakukan sebanyak   2  kali sehari   pada pukul 08.00  dan   18.00   wib.   Penyembuhan  luka diobservasi  setiap  hari secara  makro skopis.  Hasil penelitian  menunjukkan  rerata penyembuhan luka pada K0, K1, K2,  dan K3:  13,0  ± 0,00;  9,50 ± 1,00;  8,25  ±&#13;
0,95; 7,50 ± 0,57 hari.  Dari hasil data  yang diperoleh  menunukkan salep ekstrak jambu biji  dengan  konsentrasi 75%  sangat  berpengaruh  terhadap  penyembuhan&#13;
Iuka pada tikus. Kesimpulan  penelitian  adalah salep ekstrak jambu biji konsentrasi&#13;
75% mempunyai efikasi  mempercepat penyembuhan Iuka skin loss pada tikus&#13;
putih.&#13;
&#13;
Kata kunci: Salep Ekstrak Jambu Biji, Iuka skin loss, penyembuhan luka.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108244</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 12:48:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 12:48:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>