<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108240">
 <titleInfo>
  <title>DUKACITA  PADA LANSIA DI UNIT PELAKSANA  TEKNIS  DINAS (UPTD)  PANTI SOSIALRNMEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH TAHUN 2008</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitria Nanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dukacita merupakan  suatu problema psikis yang kerap terjadi  pada masa tua. Seorang lansia  mengalami   penumpukan   kedukaan   akibat  dari   banyak  perubahan.   Mereka mungkin    merasa    kesepian,    isolasi,    kehilangan    peran    sosial,    penyakit    yang berkepanjangan,  dan  kehilangan  determinasi  diri  yang  pada  akhirnya  diekspresikan dalam  berbagai  respon  perasaan  dukacita.  Ada  dua  respon   yang dapat  dinilai  pada individu yang berduka yaitu respon perasaan  dan respon prilaku.  Dalam  penelitian  ini hanya  respon   perasaan   saja  yang  diteliti  mengingat   sulitnya   dilakukan   observasi untuk   menilai   respon   prilaku.   Respon   perasaan   dinilai   dengan   cara   wawancara terpimpin   yang   menggunakan    kuesioner   skala   Likert   yang   terdiri   dari  36  item pernyataan   sebagai   panduannya.   Tujuan   penelitian   ini  adalah   untuk   mengetahui gambaran  dukacita  pada  lansia di UPTD  Panti  Sosial  Meuligoe  Jroh Naguna  Banda Aceh.  Penelitian  ini menggunakan  metode  penelitian  deskriptif eksploratif.  Metode pemilihan   sampel   dilakukan   dengan   teknik  purposive  sampling  dengan   jumlah responden   40   orang.   Data   diolah   secara   manual   dengan   menggunakan   analisa univarian  yaitu  dengan  mencari  mean, distribusi  frekuensi  dan persentase.  Dari hasil pengolahan       data      didapatkan      keputusasaan     (57,5%),      kesepian      (52,5%), ketidakberdayaan  (57,5%),  kesedihan  (55%)  berada  pada  kategori  ada,  sedangkan rasa  bersalah  (52,5%),  marah  (55%)  berada  pada  kategori  tidak  ada.  Kesimpulan penelitian  diperoleh   22  (55%)  responden   mengalami   dukacita.  Diharapkan   kepada pihak  terkait  hendaknya  tidak  hanya   memperhatikan  kebutuhan  fisik lansia tapi juga pemenuhan     kebutuhan     sosio-emosionalnya    misalnya    melalui     kegiatan     yang bermanfaat,   peningkatan   nilai-nilai   spiritualitas   dan   lain   sebagainya   yang   bisa mencegah   timbulnya   perasaan-perasaan   negatif  pada   lansia   seperti   keputusasaan,&#13;
kesepian,  ketidakberdayaan dan kesedihan.&#13;
&#13;
Kata kunci           :    dukacita,  keputusasaan,  kesepian,  ketidakberdayaan, kesedihan, rasa bersalah,  marah, lansia&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108240</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 12:10:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 12:10:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>