<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108231">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALPERS) TERHADAP PENYEMBUHANRNLUKA INCISI PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NUR KHAIRATUNNISA MATONDANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walpers) memiliki potensi sebagai bahan obat  untuk penyembuhan luka incisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun salam dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kesembuhan luka incisi pada mencit. Tindakan bedah dilakukan secara steril dan aseptis. Semua mencit dibuat defek luka incisi berukuran 1 cm dengan kedalaman sampai lapisan subkutis. Kelompok 1 (K1) sebagai kontrol negatif, kelompok 2 (K2) luka diberi gentamicin (kontrol positif), kelompok 3 (K3) diberi salep ekstrak daun salam konsentrasi 10%, dan kelompok 4 (K4) diberi salep ekstrak daun salam konsentrasi 20%. Pemberian salep pada luka dilakukan dengan cara dioleskan 2 kali sehari dalam waktu 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan ukuran luka dari hari 1 sampai hari ke 14 pada K4 lebih cepat dibandingkan K1, K2, dan K3 dengan perbedaan yang signifikan diantara semua kelompok. Pemberian salep ekstrak daun salam pada luka incisi konsentrasi 20% menunjukkan tingkat kesembuhan yag lebih cepat. &#13;
	&#13;
Kata kunci: Syzygium polyanthum (Wight) Walpers, luka incisi, mencit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108231</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 10:59:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 14:56:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>