<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108227">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DURASI PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAM REBUSAN DAUN SIRIH 5 % TERHADAP JUMLAH MONOMER SISA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitri Hardianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resin  akrilik  heat  cured  menjadi  pilihan  yang  banyak  dipakai  oleh  pengguna   gigi tiruan,  namun   memiliki   kandungan   monomer   sisa,  Perendaman   dalam  air  selama durasi   tertentu   dapat   mengurangi   jumlah   monomer   sisa  namun   tidak  membunuh bakteri  yang  melekat  pada  basis  gigi  tiruan.  Rebusan  daun  sirih  5%  memiliki   daya hambat  bagi mikroorganisme    Candida albicans yang  sering  melekat  pada  basis  gigi tiruan.  Penelitian   ini bertujuan  untuk  mengetahui   pengaruh  durasi  perendaman   resin akrilik  heat  cured dalam rebusan  daun  sirih  5% terhadap jumlah  monomer  sisa yang terlepas  selama  24, 48, 72, 96, dan 120 jam.  Spesimen  pada  penelitian  ini berbentuk silinder  dengan  diameter  50 ± 1 nun dan ketebalan  2 ± 0,5 mm. Dua puluh  spesimen dibagi  dalam  2 kelompok  yaitu  10 spesimen  pada  kelompok  perlakuan  (rebusan  daun sirih  5%)  dan  10 spesimen   pada  kelompok   kontrol  (akuades).   Penelitian   dilakukan dengan  menentukan   kurva  kalibrasi  monomer   sisa  di dalam  rebusan  daun  sirih  5%. Selanjutnya  spesimen  tiap  kelompok  direndam  dalam  media  perendaman   selama  24,48, 72, 96, dan 120 jam  dan  media  perendaman   diganti  setiap  barinya  serta  diukur jumlah   monomer   sisa  yang  terlepas   menggunakan    alat  Spektrofotometer    UV-Vis. Data   yang   diperoleh    dianalisis    menggunakan    Repeated  ANOVA  dan uji   lanjut Pairwise  Comparison.  Hasil   analisis    menunjukkan    terdapat    penurunan   jumlah monomer  sisa yang  bermakna  setelah  direndam  dalam  rebusan  daun  sirih 5% selama durasi   24,  48,  dan   72 jam   (p  &lt; 0,05),  namun   pada   durasi   selanjutnya   jumlah monomer	sisa   sudah   terlihat    konstan    dengan    konsentrasi    0,00%.    Kesimpulan penelitian   ini  terdapat   pengaruh   durasi  perendaman   resin  akrilik heat cured dalam rebusan  daun sirih 5% terhadap jumlah  monomer  sisa.&#13;
&#13;
Kata  Kunci   :   resin   akrilik   heat  cured,  rebusan   daun   sirih   5%,   monomer    sisa, Spektrofotometer   UV -Vis&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 10:43:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 10:43:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>