<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108214">
 <titleInfo>
  <title>KADAR HAMBAT MINIMUM DAN KADAR BUNUH MINIMUN JUS APEL MERAH (MALUS DOMESTICA) TERHADAP STREPTOCOCCUS SANGUINIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emilda Yusra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Streptococcus   sanguinis   (S. sanguinis)   adalah  bakteri  pertama  yang  berkolonisasi di permukaan   gigi  yang  dapar  mencetus   pembentukan   plak.  Apel  merah  (Malus domesticay mengandung    flavonoid   seperti   cathecin,     tanin dan  quercetin   yang terdapat  pada  daging  dan  kulit  apel  Cathecin,   tanin  dan  quercetin   dalam  apel merah  memiliki  efek  antibakteri.   Tujuan  penelitian   ini adalah  untuk  menentukan Kadar  Hambat   Minimum   (KHM)  dan  Kadar  Bunuh  Minimum   (KBM)  jus  apel merah    (Malus    domestica)    terhadap    Streptococcus     sanguinis.     Penelitian    ini merupakan    penelitian   eksperimental    dengan   rancangan   post   test  only   control group  design  dengan  metode  dilusi.  Konsentrasi   jus  apel  merah  yang  digunakan adalah   100%;   50%;   25%;   dan   12,5%.  Kadar   Hambat   Minimum   di   tentukan berdasarkan   kejernihan   visual  pada  suspensi   bakteri  dan jus  apel  merah  (Malus domesticay   dan    Kadar    Bunuh    Minimum     (KBM)    ditentukan     berdasarkan kemampuan    untuk   menghambat    pertumbuhan    Streptococcus     sanguinis    pada media plate  count agar  (PCA).  Analisis  statistik  menggunakan   uji Kruskal-Wallis dan   Mann-Whitney     Test.   Penelitian    ini  menunjukkan    bahwa   jus   apel   merah (Malus   domesticay mampu   mengbambat   pertumbuhan    Streptococcus    sanguinis pada   konsentrasi    100%  dan  membunuh   pada   konsentrasi    100%.  Berdasarkan penelitian  ini dapat  disimpulkan   bahwa jus apel merah  (Malus  domestica)  bersifat bakteriostatik   dan  bakterisid.   Kadar  Hambat  Minimum   (KHM)    jus  apel  merah terhadap   Streptococcus    sanguinis    adalah   pada   konsentrasi    100%   dan   Kadar Bunuh Minimum  (KBM)  pada konsentrasi   100%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  Kunci    :     Jus  apel  merah  (Malus  domestica),   Streptococcus   sanguinis,   Kadar&#13;
                             Hambat  Minimum(KHM),   Kadar  Bunuh  Minimum  (KBM).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108214</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 09:20:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 09:20:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>