<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108206">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BELIMBI L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lilis Maulina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia  merupakan     negara    tropis   yang   memiliki   banyak  tumbuhan berkhasiat   obat    Salah   satunya   belimbing   wuluh   (Averrhoa   bilimbi   L.).  Buah belimbing   wuluh   (Averrhoa   bilimbi   L.)  mengandung   sejumlah   senyawa   kimia yang  digunakan   untuk berbagai   macam   penyakit,   Beberapa   diantaranya  adalah alkaloid,   terpenoid   dan  tanin  yang   berfungsi   sebagai   antibakteri.   Tujuan   dari penelitian   ini  adalah   untuk   mengetahui    aktivitas   antibakteri    air  perasan   buah belimbing   wuluh  terhadap   Staphylococcus    aureus.   Penelitian   ini  menggunakan Rancangan    Acak  lengkap    yang   terdiri   dari  4  kelompok  perlakuan    dan  1 kelompok  kontrol  dengan  5 kali pengulangan.   Kelompok perlakuan  terdiri dari air perasan  buah  belimbing   wuluh  dengan  konsentrasi   70%,  80%,  90%  dan 100%. Kelompok    kontrol    merupakan   air   perasan  buah    belimbing    wuluh    dengan konsentrasi 10% sebagai   kontrol  negatif.  Uji  aktivitas   antibakteri   menggunakan metode   difusi  cakram.  Hasil  penelitian  menunjukkan    bahwa   air  perasan  buah belimbing wuluh  memiliki aktivitas antibakteri  pada  konsentrasi 70%,  80%,  90010 dan  100% terhadap  Staphylococcus   aureus  dengan  diameter  zona hambat  rata-rata berturut-turut   adalah  6,06  mm,  6,95  mm, 7,30  mm dan 8,14  mm. Hasil analisis data   dengan   menggunakan    Analysis  of  Variance   (AN OVA)   dan  dilanjutkan dengan  uji  Duncan  (p &lt; 0,01)  menunjukkan   bahwa  air  perasan buah  belimbing wuluh memiliki aktivitas  antibakteri   yang  sangat  nyata  terhadap  Staphylococcus aureus dan semakin  tinggi  konsentrasi,  semakin  luas zona hambat  yang terbentuk.&#13;
&#13;
Kata  kunci   :  Averrhoa   bilimbi   1.,  air  perasan   buah  belimbing   wuluh,  aktivitas antibakteri,  Staphylococcus   aureus&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108206</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-16 15:31:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-16 15:31:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>