FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU YANG TIDAK MEMBAWA BALITA UNTUK DIIMUNISASI DI DESA KEMESJIDAN LAMPANAH,KECAMATAN INDRA PURI,ACEH BESAR TAHUN 2007 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU YANG TIDAK MEMBAWA BALITA UNTUK DIIMUNISASI DI DESA KEMESJIDAN LAMPANAH,KECAMATAN INDRA PURI,ACEH BESAR TAHUN 2007


Pengarang

Afriana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0071122474

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


Imunisasi adalah proses untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia dengan tujuan untuk mencegah serangan penyakit. Ibu yang tidak membawa balitanya untuk diimunisasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan, pengetahuan, jarak, dan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan ibu tidak membawa balitanya untuk diimunisasi di desa kemesjidan Lampanah, kecamatan Indrapuri, Aceh Besar pada tahun 2007. Desain penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 47 responden. Alai ukur penelitian menggunakan kuesioner skala Guttman dengan cara ukur wawancara terpimpin Faktor tingkat pendidikan dengan katagori sedang (SMA), yang mencakup 27 orang (57%). Tingkat pendidikan saling mempengaruhi dengan faktor pengetahuan ibu yang masih kurang dalam pemanfaatan layanan imunisasi balita, sebanyak 32 orang (68%) Faktor jarak lokasi imunisasi di Puskesmas dan Pustu juga memberikan pengaruh sehingga 35 orang (74%) tidak membawa balita untuk diimunisasi. Faktor sosial- budaya ibu juga menambahkan motivasi untuk tidak melakukan imunisasi yang ditunjukkan 27 orang responden (57%). Faktor sosial-budaya berhubungan dengan kepercayaan ibu dan keluarganya, termasuk salah persepsi terhadap informasi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar Puskesmas mengoptimalkan peran bidan desa, tenaga penyuluh, dan kader imunisasi untuk dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi ibu-ibu untuk memberikan imunisasi bagi balita.

Kata kunci : Ibu, imunisasi, faktor, pendidikan, pengetahuan, jarak sosial- budaya, Puskesmas,
Posyandu

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK