FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH 2011 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH 2011


Pengarang

Yulia Astuti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101020019

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.588 52

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya dan dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat. lbu yang menjadi sosok penting dalam keluarga memberikan kontribusi yang besar dalam usaha meningkatkan kesebatan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu terhadap upaya peningkatan kesehatan anggota keluarga yang menderita DBD. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-22 April 2011 di Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng pada tujuh Desa dengan jumlah sampel 35 orang ibu yang memiliki keluarga menderita DBD. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari tiga bagian. Bagian A berupa data demografi, bagian B berupa kuesioner penyataan tentang pengtahuan,sikap dan pelayanan kesehatan dan bagian C berupa data tentang prilaku ibu terhadap upaya peningkatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memili.ki pendidikan dasar (0,00%), menengah (48,6%), dan tinggi (51.4%). Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (62,9%) dan kurang (37,1%). Responden yang memiliki sikap baik (77.14%) dan kurang (22,86%). Responden menganggap tingkat pelayanan kesehatan baik (71.43%) dan kurang (28.57%). Prilaku ibu dalam upaya peningkatan kesehatan baik (62.86%) clan kurang (37.14%). Hasil analisa bivariat dengan (p-value < a: 0.05), menunjukkan babwa adanya hubungan antara pendidikan dengan perilaku ibu dalam upaya peningkatan kesehatan (p-value 0,026). Terdapat hubungan antara pengetabuan dengan perilaku ibu dalam upaya peningkatan kesehatan (p-value
0,033). Terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku ibu dalam upaya peningk.atan
kesehatan (p-value 0,032). Terdapat hubungan antara penghasilan dengan perilaku ibu dalam upaya peningk.atan kesehatan (p-value 0,030). Terdapat hubungan antara pelayanan kesehatan dengan perilaku ibu dalam upaya peningkatan (p-value 0,002). Oleh karena itu disarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang pencegaban penyakit DBD, sedangk.an bagi ibu hendaknya lebih peduli dalam upaya pen.ingkatan kesehatan dan pencegahan penyakit lebih lanjut khususnya bagi anggota keluarga dengan DBD.

Kata Kunci: Prilaku lbu, Peningkatan Kesehatan, DBD

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK