POLA PENYEBARAN INFEKSI MALARIA DI WILAYAH BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POLA PENYEBARAN INFEKSI MALARIA DI WILAYAH BANDA ACEH


Pengarang

Said Alfin Khalilullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101050054

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.532

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Malaria sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Di Banda Aceh diperkirakan kasus malaria 0,03% dari total penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kasus malaria di Banda Aceh berdasarkan insidensi, usia, jenis kelamin, jenis Plasmodium dan evaluasi pengobatan dengan artemisinin-based combinations Iherapy(ACT). Penelitian ini dilakukan di seluruh Puskesrnas wilayah Banda Aceh dengan pendekatan studi deskriptif, Data diperoleh dari rekam medis, Terdapat Lima puluh tujuh kasus yang didiagnosa melalui pemeriksaan mikroskopis positif terdapat parasit malaria selama 2009 sampai 2010. Observasi dari profil penderita malaria didapatkan usia 16 - 65 tahun yang paling sering terinfeksi malaria dengan usia 3 tahun merupakan usia termuda, laki laki lebih sering terinfeksi (71.90/0)
daripada wanita (28.1 %). malaria vivax (56.1 %) lebih sering dijumpai dari pada malaria falciparum (43.9%), sementara itu malaria ovale, malaria dan knowlesi tidak dijumpai.Dari 38.6% kasus kontrol ulang, seluruhoya tidak ditemukan lagi gejala klinis dan parasit dalam eritrosit secara mikroskopis setelah mendapat pengobatan ACT, sisa kasus tidak kembali paska pengobatan. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwainsidensi malaria di Banda Aceh sebesar 0.02% dari total pcnduduk dan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seluruh pasien kontrol ulang setelah pengobatan didapatkan tidak ditemukan lagi gejala klinis dan parasit dalam eritrosit secara mikroskopis.

Kata kunci : Malaria, Insidensi, Evaluasi pengobatan.





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK