<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108078">
 <titleInfo>
  <title>POLA PENYEBARAN INFEKSI MALARIA DI WILAYAH BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Said Alfin Khalilullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Malaria  sampai  saat  ini masih  merupakan   masalah  kesehatan  masyarakat. Di  Banda  Aceh  diperkirakan   kasus  malaria   0,03%  dari  total penduduk.   Tujuan dari  penelitian   ini adalah  untuk  mengetahui   distribusi   kasus  malaria   di   Banda Aceh  berdasarkan   insidensi,  usia, jenis  kelamin,   jenis  Plasmodium   dan evaluasi pengobatan   dengan  artemisinin-based   combinations   Iherapy(ACT). Penelitian   ini dilakukan  di  seluruh  Puskesrnas   wilayah  Banda  Aceh  dengan  pendekatan   studi deskriptif,   Data  diperoleh   dari  rekam  medis,  Terdapat   Lima  puluh  tujuh  kasus yang   didiagnosa    melalui   pemeriksaan    mikroskopis     positif    terdapat    parasit malaria   selama   2009   sampai   2010.   Observasi    dari   profil   penderita    malaria  didapatkan   usia  16 -  65 tahun   yang  paling  sering  terinfeksi  malaria  dengan  usia  3  tahun  merupakan    usia   termuda,   laki   laki   lebih   sering   terinfeksi    (71.90/0)&#13;
daripada    wanita   (28.1 %).   malaria   vivax (56.1 %)   lebih   sering   dijumpai    dari pada malaria    falciparum (43.9%),      sementara    itu   malaria    ovale,    malaria dan knowlesi  tidak     dijumpai.Dari     38.6%    kasus    kontrol    ulang,   seluruhoya     tidak ditemukan    lagi   gejala   klinis   dan   parasit   dalam   eritrosit   secara   mikroskopis setelah  mendapat  pengobatan   ACT,  sisa  kasus  tidak  kembali  paska  pengobatan. Berdasarkan   hasil  tersebut  disimpulkan   bahwainsidensi    malaria  di  Banda  Aceh sebesar   0.02%   dari   total   pcnduduk   dan  mengalami    penurunan   dibandingkan dengan   tahun   sebelumnya.    Seluruh   pasien   kontrol   ulang  setelah   pengobatan didapatkan  tidak    ditemukan   lagi  gejala  klinis  dan parasit  dalam  eritrosit   secara  mikroskopis.&#13;
&#13;
Kata kunci   :  Malaria,  Insidensi,  Evaluasi  pengobatan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MALARIA - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.532</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108078</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-09 11:28:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-10 10:05:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>