<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108054">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SARAH NATASYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting untuk dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia, khususnya pada Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif observational dengan desain cross sectional. Teknik penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden berjumlah 1903 orang. Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik digambarkan sebanyak 1043 responden (54,8%) sangat patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19, sejumlah 853 responden (44,8%) patuh dan (0,4%) responden yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Uji analisis statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (p-value &lt; 0,05). Terdapat pula hubungan antara jenis pekerjaan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (p-value &lt; 0,05). Tingkat kepatuhan tertinggi dapat dilihat dari tingkat pendidikan Doktor (S3) sangat patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Dapat dilihat berdasarkan jenis pekerjaannya, tingkat kepatuhan protokol kesehatan tertinggi diterapkan oleh IRT, PNS/BUMN dan Pensiunan PNS/BUMN, sedangkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang jauh lebih rendah tampak pada jenis pekerjaan lainnya. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan jenis pekerjaannya turut serta mempengaruhi tingkat kepatuhan seorang individu dalam menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat kepatuhan, protokol kesehatan, COVID-19</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108054</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-06 15:44:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-06 15:50:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>