Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN PERAN FORMAL KEPALA KELUARGA PASCA BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI BARAK HUNTARA KOMPLEK TNI - AU (ANGKATAN UDARA) DESA BUENG PAGEU KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR TAHUN 2006
Pengarang
Liswita Rozalina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0071122434
Fakultas & Prodi
Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2006
Bahasa
Indonesia
No Classification
613
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Peran formal didefinisikan sebagai posisi normatif dalam hampir semua bentuk tipe keluarga, keluarga inti dengan orang tua lengkap. Kepala keluarga diidentikkan sebagai pemimpin yang memiliki tanggung jawab penuh bagi keluarganya.Masalah peran formal kepala keluarga merupakan masalah yang harus diatasi oleh keluarga. Tanpa pembagian peran, masalah keluarga tidak dapat teratasi dengan baik. Peran formal kepala keluarga merupakan suatu proses simbolik untuk menciptakan tujuan yang ingin dicapai oleh keluarga. Peran formal terdiri dari 8 (delapan) peran. namun dalam penelitian ini peneJiti hanya meneliti 4 (em pat) peran yaitu peran sebagai penyedia (provider), peran sebagai pengatur rurnah tangga, peran perawatan anak dan peran sosialisasi anak, Dengan menggunakan peran formal ini dapat menjalankan peran dan fungsi di dalam rumah tangga, jenis penelitian deskriptif eksploratif, serta pengambilan sampel dengan metode non probability sampling (total sampling) jumlah sampel 71 kepala keluarga dengan menggunakan kuisioner sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran formal kepala keluarga berada pada katagori tinggi yaitu (62%) selebihnya berada pada katagori rendah (38%). Peran sebagai penyedia (provider) berada pad a katagori tinggi (69,02%) selebihnya pada katagori rendah (30,98%). Peran sebagai pengatur rumah tangga berada pada katagori rendah (59, J5%) selebihnya pada katagori tinggi (40,85%). Peran perawatan anak berada pada katagori tinggi (71,83%) selebihnya pada katagori rendah (28,17%). Peran sosial isasi anak berada pada katagori tinggi (67,61 %) selebihnya pada katagori rendah (32,39%). Saran untuk para pengungsi dalam katagori tinggi dapat dipertahankan atau lebih di tingkatkan lagi untuk menciptakan peran formal yang efektif dalam menjalankan suatu peran dan fungsi di dalam rumah tangga, untuk katagori rendah dapat meninjau kembali peran dan fungsi di dalam rumah tangga.
Kata kunci : peran formal, kepala keluarga
Tidak Tersedia Deskripsi
MENDESAIN MODUL EVAKUASI BENCANA GEMPA BUMI BERPOTENSI TSUNAMI UNTUK PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DI DESA TIBANG, DEAH RAYA DAN ALUE NAGA KOTA BANDA ACEH (Nizam Slamat, 2018)
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (fahrevy, 2015)
IDENTIFIKASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PERTANIAN PASCA TSUNAMI DI KEMUKIMAN COT JEUMPA KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR (Maya Sari, 2024)
PERAN GURU GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH (SIGNORINA KASVIA, 2019)
KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA (Ainal Mardhiah, 2014)