<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108010">
 <titleInfo>
  <title>INSTASTORY SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAPAN DIRI SELEBGRAM REMAJA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAILA NADHIFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengungkapan diri yang dilakukan selebgram tidak hanya terbatas pada personal tetapi menyangkut pula dengan status sosialnya sebagai seorang influencer sehingga postingan Instagram yang tampaknya personal pun dapat memiliki beragam dampak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena pengungkapan diri selebgram remaja melalui Instastory dengan berfokus pada aspek dimensi, tujuan, dan dampak dari pengungkapan diri yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan konsep pengungkapan diri yang dikemukakan oleh Devito dan teori jendela Johari sebagai alat analisisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif sesuai dengan alur analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pengungkapan diri selebgram melalui Instastory mencakup aspek-aspek ekspresi, keabsahan sosial, kendali sosial dan perkembangan hubungan. Bentuk-bentuk pengungkapan diri yang dilakukan berupa kebiasaan atau aktivitas sehari-hari, kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, perasaan dan ekspresi kebahagiaan yang mereka rasakan Pengungkapan diri tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif berkaitan dengan dimensi psikologis dan ekonomi, dan dampak negatifnya berhubungan dengan respons atau komentar-komentar negatif yang diterima selebgram. Dalam penelitian ini dampak positif lebih dominan dari pada dampak negatif. Berdasarkan teori Johari Window, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dua wilayah pengungkapan diri selebgram yaitu wilayah terbuka (open area) dan wilayah tersembunyi (hidden area). Kedua wilayah tersebut mendominasi proses pengungkapan diri selebgram melalui Instastory milik mereka di mana open area menjadi wilayah yang paling dominan dibanding hidden area. &#13;
Kata Kunci: Selebgram, Instastory, Pengungkapan Diri, Jendela Johari</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ONLINE CHAT GROUPS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDIA</topic>
 </subject>
 <classification>302.23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108010</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-05 12:53:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-09 10:06:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>