PERJUANGAN RAKYAT KLUET MELAWANRNKOLONIALISME BELANDARN(1925-1927) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERJUANGAN RAKYAT KLUET MELAWANRNKOLONIALISME BELANDARN(1925-1927)


Pengarang

Anzalimuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mawardi - 196803281993031001 - Dosen Pembimbing I
T. Bahagia Kesuma - 198906262019031014 - Dosen Pembimbing II
Husaini - 196012311986031032 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1706101020011

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang berjudul Perjuangan Rakyat Kluet Melawan Kolonialisme Belanda (1925-1927) ini bertujuan untuk (1) Menganalisis faktor yang melatarbelakangi munculnya perlawanan Rakyat Kluet terhadap Kolonial Belanda pada tahun 1925-1927, (2) Mendeskripsikan strategi Rakyat Kluet di dalam perlawanan terhadap Kolonial Belanda tahun 1925-1927, (3) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor yang mendasari baru munculnya gerakan perlawanan Rakyat Kluet terhadap Kolonial Belanda pada tahun 1925-1927 disaat daerah lain sudah mulai mereda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bantuan metode sejarah yang bersifat deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi dan studi pustaka. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Munculnya gelombang perlawanan secara fisik pada tahun 1925-1927 di wilayah Kluet dan sekitarnya dilatarbelakangi oleh faktor yang berbeda-beda oleh setiap kelompok pejuang. Namun secara umum faktor utama yang menjadi pondasi kuat melakukan perlawanan adalah kesewenangan Belanda dalam proyek pembangunan, pembalasan dendam terhadap Belanda, adanya campur tangan Belanda dalam pemerintahan tradisional Kluet serta adanya faktor keagamaan yang kuat dalam bingkai Hikayat Perang Sabil (HPS) (2) Strategi pejuang dalam melakukan perlawanan adalah dengan strategi perang gerilya, yang disesuaikan dengan topografi wilayah yang cenderung diselimuti hutan dan pegunungan, selain itu juga disesuaikan dengan waktu perlawanan yaitu pada malam hari dan senjata yang digunakan berupa kelewang dan parang, pejuang juga beberapa kali melakukan pelucutan senjata pihak Belanda untuk mendukung perlawanan selanjutnya, selain itu pejuang juga memperhitungkan keselamatan mereka dengan menggunakan baju zirah yang dilapisi kapas. Pejuang juga menggunakan sejenis buku primbon sebagai penanda waktu yang baik dan sial untuk melakukan serangan (3) Munculnya perlawanan terhadap Belanda di wilayah Kluet baru terjadi pada tahun 1925-1927 disaat daerah lain sudah mereda didasari oleh dua hal yaitu, ikut campurnya Belanda dalam pemerintahan lokal Kluet dengan penandatanganan Surat Ikrar pada tahun 1925 yang menimbulkan kegaduhan baik di jajaran Keujreun, uleebalang, uleebalang cut, kepala gampong dan penduduk sipil. Selain itu juga didasari persoalan mental yaitu, semangat juang yang sudah ada di dalam diri pejuang membuat perlawanan yang dimulai oleh Teuku Raja Angkasah yang berjalan sukses akhirnya diikuti oleh pejuang lainnya, psikologi pejuang yang sebelumnya menganggap bahwa perlawanan terhadap Belanda tidak mungkin dilakukan seketika berubah, kelompok-kelompok pejuang dengan berani melakukan perlawanan secara konsisten yang membuat Belanda kewalahan dalam menumpasnya.

Kata Kunci : Perjuangan, Rakyat Kluet, Kolonialisme Belanda

The research entitled The Struggle of the Kluet People Against Dutch Colonialism (1925-1927) aims to (1) Analyze the factors behind the emergence of the Kluet People's resistance against the Dutch Colonial in 1925-1927, (2) Describe the strategy of the Kluet People in the resistance against the Dutch Colonial 1925-1927, (3) Analyze and describe the factors underlying the new emergence of the Kluet People's resistance movement against the Dutch Colonial in 1925-1927 when other regions had begun to subside. This study uses a qualitative approach with the help of historical methods that are descriptive analysis. The data collection technique is carried out by means of documentation studies and literature studies. The results obtained from this study are (1) The emergence of a wave of physical resistance in 1925-1927 in the Kluet region and its surroundings was motivated by different factors by each group of fighters. However, in general the main factors that became a strong foundation for resistance were the Dutch's arbitrariness in development projects, revenge against the Dutch, Dutch interference in the traditional Kluet government and the presence of strong religious factors within the framework of the Hikayat Sabil War (HPS). in carrying out the resistance was the strategy of guerrilla warfare, which was adapted to the topography of the area which tended to be covered in forests and mountains, besides that it was also adapted to the time of resistance, namely at night and the weapons used were machetes and machetes, the fighters also disarmed the Dutch several times. to support further resistance, apart from that the fighters also took into account their safety by using cotton-coated armor. The fighters also used a kind of primbon book as a marker of good and unlucky times to carry out attacks (3) The emergence of resistance against the Dutch in the Kluet region only occurred in 1925-1927 when other areas had subsided based on two things, namely, Dutch interference in local government Kluet with the signing of the Pledge Letter in 1925 which caused uproar among the Keujreun, uleebalang, uleebalang cut, village heads and civilians. Apart from that, it was also based on a mental problem, that is, the fighting spirit that already existed within the fighters made the resistance started by Teuku Raja Angkasah which was successful, eventually being followed by other fighters, the psychology of fighters who previously thought that resistance to the Dutch was impossible to do immediately changed, the group -a group of fighters bravely put up a consistent resistance which overwhelmed the Dutch in quelling it. Keywords: Struggle, Kluet People, Dutch Colonialism

Citation



    SERVICES DESK