HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWI RUMPUN KESEHATAN DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWI RUMPUN KESEHATAN DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

NORA TUTDINI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mariatul Kiftia - 198301292010012101 - Dosen Pembimbing I
Elka Halifah - 198404072014012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1912101010121

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.98

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Premenstrual syndrome yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari hari, penurunan konsentrasi yang berujung pada penurunan prestasi belajar dan terganggunya komunikasi sesama teman. Salah satu faktor pemicu munculnya premenstrual syndrome adalah stress. Mahasiswa rumpun kesehatan merupakan kalangan yang rentan terhadap stress, karena mahasiswa tersebut memiliki beban akademik yang tinggi yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang berbeda dengan fakultas lainnya di USK. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswi Rumpun Kesehatan di Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kedokteran Gigi. Teknik pengambilan sampel adalah dengan Cluster Sampling dengan jumlah sampel 177 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk tingkat stress dan Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF) untuk Premenstrual syndrome. Hasil penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi-square dan mendapatkan hasil p value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome. Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat mengendalikan dan memanajemen stress dengan cara berolahraga, istirahat dan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan yang sehat agar dapat mengurangi gejala Premenstrual syndrome.

Premenstrual syndrome experienced by students can disrupt daily activities, the concentration, which leads to a decrease in learning achievement, and communication among friends. One of the triggering factors for the emergence of premenstrual syndrome is stress. Health students are among those who are vulnerable to stress, because these students have a high academic load caused by different learning methods from other faculties at USK. This study aimed to determine the relationship between stress levels and premenstrual syndrome in Health Cluster students at Universitas Syiah Kuala. The research was quantitative with a cross-sectional study design. The population in this study were the 2021 students from the Faculty of Nursing, Faculty of Medicine, and Faculty of Dentistry. The sampling technique was Cluster Sampling, with a total sample of 177 respondents. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) questionnaire for stress levels and the Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF) for Premenstrual syndrome. The bivariate analysis results with the chi-square test indicated a relationship between stress levels and premenstrual syndrome p value = 0.000

Citation



    SERVICES DESK