PELESTARIAN ADAT BUDAYA GAYO DAN JAWARN DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATENRN BENER MERIAHRN(STUDI KASUS DI DESA BLANG KUCAK DAN DESA BLANG BENARA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELESTARIAN ADAT BUDAYA GAYO DAN JAWARN DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATENRN BENER MERIAHRN(STUDI KASUS DI DESA BLANG KUCAK DAN DESA BLANG BENARA)


Pengarang

Ayu Wandira - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erna Hayati - 195911041990032001 - Dosen Pembimbing I
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Penguji
Muhammad Yunus - 197203102005011001 - Penguji
Hasbi Ali - 197011222005011002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1806101010002

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang berjudul Pelestarian Adat Budaya Gayo Dan Jawa Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah (Studi Kasus Di Desa Blang Kucak Dan Desa Blang Benara). Tujuan yang dilakukan penelitian ini adalah “untuk Mengetahui Upaya Aparatur Pemerintahan Desa dalam melestarikan Budaya Gayo dan Jawa Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, untuk mengetahui peran masyarakat, dalam melestarikan Budaya Gayo dan Jawa Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah dan untuk mengetahui tantangan Aparatur pemerintahan dalam melestarikan Budaya Gayo dan Jawa Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 18 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Aparatur pemerintahan desa telah mengupayakan peletarian budaya Gayo dan Jawa yang ada di Desa Blang Kucak dan Desa Blang Benara mereka selalu mengantisipasi agar budaya itu tidak hilang dan tidak pudar, aparatur pemerintah desa sangat berpengaruh dalam kegiatan-kegiatan pelestarian budaya ini dibuktikan dengan mereka selalu duduk bersama dalam memecahkan masalah budaya terlebih lagi kebudayaan Gayo dan Jawa yang ada di Desa Blang Kucak dan Desa Blang Benara sudah dua tahun tidak dilestarikan karena pandemi Covid, selanjutnya masyarakat sangat berperan aktif dalam melesatarikan adat dan budaya ini dilihat partisipasi masyarakat, adapun bentuk-bentuk tersebut antara lain partisipasi buah pikiran, partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, partisipasi keterampilan dan kemahiran serta partisipasi sosial. Faktor-faktor penghambat dalam upaya pelestarian budaya yaitu: Pengaruh masuk budaya asing sudah banyak IT dan tontonan di media cetak, kurangnya kontribusi masyarakat, serta keterbatan anggaran atau dana. Saran dari penelitian ini, kepada Aparatur pemerintah desa dapat meningkatkan pembinaan dan sintegritas antara aparatur desa dan pemerintah daerah dalam melestarikan adat istiadat dengan menyusun, merumuskan dan menganggarkan sejumlah dana kepada lembaga adat. Kepada lembaga adat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya tradisional sebagai identitas bangsa dan warisan budaya melalui program-program kerja yang mengikut sertakan masyarakat. Kepada masyarakat perlu memahami makna keberadaan budaya tradisional dengan mau berpartisipasi dalam pelestarian adat dan budaya agar budaya tradisional tidak hilang oleh era globalisasi. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji lebih dalam lagi mengenai pelestarian adat dan budaya, yang selanjutnya dapat dijadikan sumber ilmu dan wawasan dalam berbagai pengetahuan sosial.

Kata Kunci: Pelestarian, Adat, Budaya, Jawa, Gayo.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK