FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT PADA PASIEN FRAKTUR DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL AB IDIN BAND A ACEH TAHUN 2009 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT PADA PASIEN FRAKTUR DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL AB IDIN BAND A ACEH TAHUN 2009


Pengarang

Dewi ovita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0407101020087

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.79

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Istirahat adalah status aktivitas tubuh dalam keadaan menurun, tenang, rileks, tanpa adanya tekanan emosi, bebas dari rasa takut dan cemas. Kemudian istirahat tidur adalah suatu keadaan bawah sadar dimana orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau rangsang lainnya. Beberapa faktor-faktor yang berperan dalam pemenuhan istirahat pada pasien fraktur antara lain : fisik, psikologis, lingkungan dan gaya hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan istirahat pada pasien fraktur, kerangka penelitian
mengacu kepada teori konsep WHO (1998). Tempat penelitian dilakukan di ruang
Rawat lnap Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian deskripsi korelatif. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode tatal sampling. Jumlah sampel 30 orang. Alat pengumpul data dalam bentuk angket. Pengujian hipotesa dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Analisa data dilakukan dengan SPSS seri 14.0. Uji hipotesis dilakukan dengan bila p-value > dari nilai a (0,05) maka Ho diterima, bila p-value < dari a (0,05) Ho ditolak. Hasil analisa data nilai p-value untuk nyeri (0,083), cemas (0,637), kebisingan (0,047), keramaian (0,781), privasi
(0,687), komsumsi teh (0,015), komsumsi kopi (0,001), aktivitas (0,001), tidur siang (0,047). Kesimpulan terdapat hubungan antara persepsi nyeri, persepsi cemas, kebisingan, persepsi kebisingan, komsumsi teh, persepsi komsumsi teh, komsumsi kopi, persepsi komsumsi kopi, aktivitas, persepsi aktivitas, tidur siang, persepsi tidur siang. Tidak terdapat hubungan antara nyeri,cemas, keramaian, persepsi keramaian, privasi, persepsi privasi dengan kebutuahn istirahat pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Bedah RSUDZA Banda Aceh. Disarankan bahwa untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan, terlebih dahulu perawat harus dapat memberikan evaluasi yang baik kepada pasien fraktur dan jangan pernah ada merasa bosan baik perawat maupun pasiennya sesuai standar dan kode etik profesi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK