<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107866">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE KARENA INFEKSI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM TAHUN 2010</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>fitria nurvia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia,karena  angka kesakitannya tinggi  dan   berpotensi    untuk  menyebabkan  kematian,terutama  pada   balita  dan   apabila pengelolaannya terlambat dilakukan  maka ditakutkan jatuh  kepada kematian, faktor penunjang terjadinya diare antara lain sanitasi  lingkungan  yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Telah dilaksanakan suatu studi  penelitian dengan menggunakan metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan ibu-ibu dari balita yang mengalami diare dan tidak diare dapat dijadikan  sebagai responden.  Hasil  pengamatan terhadap 30 responden diperoleh kesimpulan bahwa kondisi sarana air bersih (96,7%) memenubi syarat yaitu berjumlah&#13;
29 responden dan yang tidak memenuhi  syarat sebanyak 1    orang (3,3%).  Untuk penggunaan jamban  keluarga   disimpulkan  memenuhi  syarat  yaitu  berjumlah  17   orang  (56,7%).tidak&#13;
memenubi syarat dengan kondisi jamban kotor berjumlah 13  orang   (43,3%).  Jumlab  rumab tidak memenuhi syarat untuk pembuangan sampah sebanyak 21  orang (70%) dan  pembuangan yang memenuhi syarat sebanyak 9 orang (30%). Untuk sanitasi  makanan dan  minuman yang memenuhi  syarat sebanyak 27 orang (90%) dan yang tidak memenubi syarat sebanyak 3  orang (10%).Uji statistik Chi  Square  untuk melihat bubungan sanitasi  lingkungan  dengan kejadian diare pada balita terbukti  bermakna  secara statistik dengan p  value=0,05 dengan a=5%.  Bagi pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kejadian diare,perbaikan kualitas air dan peningkatan program penyehatan lingkungan,sedangkan bagi masyarakat perlunya dilakukan penyuluhan sehingga diharapkan dapat memutuskan rantai penularan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Sanitasi, sarana air bersih, kondisi jamban, pembuangan sampah, sanitasi  makanan dan minuman, kejadian diare.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIARRHEA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SANITATITION</topic>
 </subject>
 <classification>616.342 7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107866</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-03 11:20:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-05 10:42:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>