<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107829">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA NYERI KRONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gebrina Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semakin bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan psikologis seseorang akan menurun, hal ini ditandai dengan berbagai macam penyakit yang timbul yang disertai dengan nyeri kronik. Sensasi nyeri yang muncul akan  menggangu aktivitas sehari-hari seperti kecemasan dan bahkan dapat mempengaruhi kualitas tidur lansia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia nyeri kronik. Jenis penelitian ini adalah studi korelasi dengan desain cross sectional study dan populasi pada penelitian ini adalah lansia di kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 343 responden dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan instrumen Geriatric Anxiety Scale  (GAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang telah teruji valid dan reliable dengan nilai cronbach alpha (0,93 dan 0,75). Hasil menunjukkan sebanyak 192 lansia (56%) mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan 325 lansia (94.8%) memiliki tingkat kualitas tidur yang buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia dengan nyeri kronik (p=0.00). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang kecemasan dan kualitas tidur, baik di puskesmas maupun di rumah sakit di Banda Aceh sebagai upaya promotif guna menururkan tingkat kecemasan dan kualitas tidur yang buruk.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GERIATRICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PAIN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NERVOUS SYSTEM DISEASES - HUMANS - SYMPTOMS</topic>
 </subject>
 <classification>616.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 16:21:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-09 09:38:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>