<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107775">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN PENGLIHATAN STEREOSKOPIS PADA PENDERITA MIOPIA RINGAN, SEDANG DAN BERAT PADA SISWA SD NEGERI KUTA BAKMEE.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dicky Yudistira M</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stereoskopis merupakan suatu tingkatan tertinggi dari penglihatan binokular. &#13;
Gangguan dari penglihatan stereoskopis dapat menurunkan kualitas hidup. Salah &#13;
satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan stereoskopis adalah &#13;
kelainan refraksi. Miopia merupakan salah satu kelainan refraksi yang memiliki &#13;
prevalensi cukup tinggi dan diperkirakan dapat mempengaruhi penglihatan &#13;
stereoskopis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat &#13;
perbedaan penglihatan stereoskopis pada penderita miopia ringan, sedang, dan &#13;
berat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian &#13;
cross sectional dan dilaksanakan di SD Negeri Kuta Bakmee Aceh Besar pada bulan &#13;
November 2022. Subjek penelitian adalah seluruh siswa-siswi SD Negeri Kuta &#13;
Bakmee dari kelas I sampai dengan kelas VI berjumlah 106 anak. Subjek diperiksa &#13;
visusnya terlebih dahulu dengan bantuan alat Snellen Chart kemudian penglihatan &#13;
stereoskopis dinilai dengan menggunakan buku TNO. Uji statistik menggunakan &#13;
uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasi pemeriksaan visus ditemukan sebanyak 4 anak &#13;
(3,7%) mengalami miopia derajat ringan, miopia derajat sedang dan berat pada &#13;
penelitian ini tidak ditemukan kasusnya, sedangkan 102 anak (96,3%) berada dalam &#13;
keadaan penglihatan yang normal (emetropia). Subjek yang ketajaman penglihatan &#13;
stereoskopisnya berada pada nilai 120 second of arc sebanyak 3 anak dan subjek &#13;
yang ketajaman penglihatan stereoskopisnya berada pada nilai 240 sebanyak 1 &#13;
anak. Subjek yang ketajaman penglihatan stereoskopisnya berada pada nilai 60 &#13;
second of arc sebanyak 102 anak. Uji Mann Whitney menunjukkan terdapat &#13;
perbedaan penglihatan stereoskopis antara kelompok miopia ringan dengan &#13;
emetropia yang signifikan dengan nilai (p=0,000).&#13;
Kata kunci : Penglihatan stereoskopis, miopia, buku TNO.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EYE DISEASES - HUMANS - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.599 7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107775</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 10:35:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-04 15:24:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>