<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107766">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT SELF-ESTEEM DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial tidak jarang terpisah dari kehidupan sehari-hari remaja, hal tersebut telah menjadi perhatian serius penyebab dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Adapun penggunaan media sosial yang berlebihan menimbulkan masalah kesehatan mental serius bagi remaja. Dalam menentukan penanganan yang tepat sasaran, perlu dilihat hubungan dari self-esteem dengan kecanduan media sosial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah melihat hubungan dari tingkat self-esteem dengan kecanduan media sosial pada remaja di salah satu SMA Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan di salah satu SMA Kota Banda Aceh, dengan besar sampel penelitian 286 orang, kuesioner Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) dan kuesioner Skala Kecanduan Media Sosial yang telah di adaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh peneliti terdahulu digunakan untuk mengumpulkan data secara self-report. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan menunjukkan hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan kecanduan media sosial (p-value 0,000). Hasil penelitian menunjukkan remaja memiliki tingkat self-esteem yang tinggi dan tingkat kecanduan media sosial yang sedang. Dengan demikian, tingkat self-esteem yang rendah dan tingkat kecanduan media sosial yang tinggi dan sangat tinggi perlu menjadi perhatian serius untuk direncanakannya intervensi dari perawat komunitas yang dapat berkolaborasi dengan pihak sekolah terkait pengarahan peningkatan self-esteem untuk meminimalisir tingkat kecanduan media sosial pada remaja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107766</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-01 19:44:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 14:36:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>