<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107763">
 <titleInfo>
  <title>HEALTH SEEKING BEHAVIOR PADA AGREGAT DEWASA DENGAN TUBERCULOSIS PARU:</title>
  <subTitle>SUATU STUDI FENOMENOLOGI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ramadhana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Individu dengan tuberculosis paru sering mengalami ketidakpatuhan terhadap pengobatan TB paru yang disebabkan oleh lupa minum obat, takut terhadap efek samping obat, lama menunggu di pelayanan kesehatan dan jarak ke pelayanan kesehatan yang jauh. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi health-seeking behavior pada agregat dewasa dengan Tuberculosis Paru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi dan menggunakan metode pengumpulan data dengan indepth interview. Partisipan dalam penelitian ini adalah tujuh pasien dengan TB Paru yang minimal telah melewati fase pertama pengobatan (56 hari). Hasil penelitian ini mengidentifikasi lima tema: aktif mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan, tidak melakukan pencegahan penularan karena kurangnya pengetahuan tentang TB Paru, menuntaskan pengobatan, mengatasi hambatan untuk menuntaskan pengobatan dan tidak melakukan pemeriksaan setelah tuntas pengobatan. Penelitian ini memberikan gambaran health-seeking behaviour pada agregat dewasa dengan TB paru, dalam hal ini berfokus pada keinginan untuk mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan dan menuntaskan pengobatan, tetapi tidak melakukan pencegahan penularan penyakit. Kondisi ini menggambarkan bagaimana konsep Health Belief Model tentang keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan dan hambatan yang dirasakan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merancang intervensi seperti program edukasi untuk dilaksanakan dengan baik di Puskesmas sebagai tindakan promotif dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pasien TB Paru dalam menuntaskan pengobatan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci	: Health-Seeking Behavior, Tuberculosis Paru, Health Belief Model&#13;
Daftar Bacaan	: 4 buku + 28 Artikel + 5 sumber online (2003-2022)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-31 19:44:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 15:57:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>