ANALISIS PERUBAHAN LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PERI-URBAN KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERUBAHAN LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PERI-URBAN KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Husnul Amira - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muzailin - 197010191995121001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1608107010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kabupaten Aceh besar sebagai salah satu penghasil padi dan memiliki lahan sawah yang tersebar hampir di setiap kecamatannya. Seiring dengan perkembangan zaman, luasnya lahan sawah mengalami penurunan akibat dari perubahan alih fungsi lahan, apalagi kabupaten ini merupakan wilayah yang secara administrasi berbatas langsung dengan ibukota Provinsi Aceh, yaitu Kota Banda Aceh. Akibat dari meningkatnya kebutuhan manusia terhadap lahan, mengakibatkan perubahan fungsi lahan terutama lahan pertanian di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis persebaran dan luas lahan pertanian, serta Menganalisis keselarasan lahan pertanian berdasarkan RTRW Kabupaten Aceh Besar di Kawasan Peri-urban Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian penelitian ini adalah metode deskriptif. Untuk analisis data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis yang ditinjau dari dua seri waktu, yaitu pada tahun 2010 dan tahun 2022 dengan melalui proses Reclassify dan Overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2010 Luas lahan pertanian sebesar 3.428,74 ha sedangkan pada tahun 2022 luas Lahan pertanian menjadi 2.662,88 ha, overlay lahan pertanian tahun 2010 dengan tahun 2022 didapatkan bahwa perubahan yang terjadi pada lahan pertanian yang beralih fungsi sebesar 765,86 ha dan luas lahan pertanian yang selaras dengan Pola Ruang RTRW adalah sebesar 2.034,92 ha (83,02%) dan luas lahan pertanian yang tidak selaras dengan Pola Ruang RTRW adalah sebesar 416,15 ha (16,98%).

Almost every subdistrict in the district of Aceh Besar is home to paddy fields, making it one of the major rice producers. Due to changes in land conversion, the amount of paddy fields has decreased over time, and this district is administratively near to the provincial capital of Aceh, the city of Banda Aceh. As a response of the growing demand for land by humans, it will resulting in changes to land use, particularly in Aceh Besar District. This study aims to investigate urban sprawl, the distribution and size of agricultural land, and the alignment of agricultural land based on the RTRW of Aceh Besar District in Banda Aceh city peri-urbanization area. The descriptive method is employed for this research. For spatial data analysis utilizing a Geographic Information System in terms of two time series, 2010 and 2022, the Reclassify and Overlay procedures are used. The results indicated that the area of agricultural land in 2010 was 3,428.74 ha, while the area of agricultural land in 2022 was 2,662.88 ha. Comparing agricultural land in 2010 with agricultural land in 2022 revealed that 765.86 ha of agricultural land changed function, and that the area of agricultural land that is aligned with the Spatial Pattern of the RTRW is 2,034.92 ha (83.02%) and 416.15 ha (16.98%) of agricultural land is not aligned with the Spatial Pattern of the RTRW.

Citation



    SERVICES DESK