<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107720">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Adila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lebih dari 55% masyarakat Aceh bergantung kepada sektor kelautan dan perikanan. Sebesar 295.370 km2 merupakan luas perairan Provinsi Aceh dan memiliki potensi yang cukup tinggi dalam sumber daya kelautan dan perikanannya. Jika dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan memajukan produksi komoditas perikanan di Aceh. Untuk mendukung agenda pembangunan nasional pemerintah yang tertuang pada UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil, maka melakukan kegiatan berbudidaya ikan kerapu adalah salah satu cara untuk mewujudkannya. Dimana pertumbuhan komoditas ikan kerapu sebesar 14,7% per tahun. Ikan kerapu merupakan salah satu species ikan biak yang sangat bergantung terhadap kondisi ekologi pada laut. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelayakan perairan untuk budidaya ikan kerapu pada kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Weh. Citra satelit Lansdat 9 digunakan untuk mengekstraksi Konsentrasi Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut (SPL), dan Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) sedangkan Data Batimetri Nasional (BATNAS) digunakan untuk mengekstraksi data Batimetri. Adapun proses citra tersebut dijalankan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan tingkat kesesuaian yang dikategorikan sebagai Sangat Sesuai (S1), Sesuai (S2), Cukup Sesuai (S3) dan Tidak Sesuai (TS). Hasil terhadap tingkat kesesuaian yang telah didapatkan melalui penelitian terkait menunjukkan bahwa kelas S1 sebesar 0,35373 km2, S2 sebesar 35,70999 km2, S3 sebesar 10,93015 km2 dan kelas TS sebesar 5,85402km2.&#13;
Kata kunci: Ikan Kerapu, Google Earth Engine, Budidaya.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107720</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 16:51:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 11:40:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>