<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107706">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP SEKTORRNPARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIEF PUTRA PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kebijakan pembatasan sosial hingga penutupan objek-objek wisata di&#13;
Kota Banda Aceh sebagai upaya penanggulangan Covid-19 berdampak&#13;
terhadap para pelaku usaha di sektor pariwisata. Banyak event yang&#13;
seharusnya dilaksanakan tahun 2020 harus dibatalkan, sehingga aktivitas&#13;
para pelaku di sektor pariwisata harus terhenti dan bahkan mengalami&#13;
kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari&#13;
pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata serta kebijakan Pemerintah&#13;
Kota Banda Aceh terhadap para pelaku usaha di sektor pariwisata.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif.  Hasil penelitian&#13;
ini menunjukkan bahwa dampak Covid-19 di Kota Banda Aceh&#13;
mencakup dampak negatif dan dampak positif. Upaya Pemerintah Kota&#13;
Banda Aceh terhadap para pelaku usaha di sektor pariwisata lebih kepada&#13;
kebijakan turunan dari Kemenparekraf. Kebijakan Pemerintah Kota&#13;
Banda Aceh sendiri hanya pemberian bantuan modal dan bantuan&#13;
peralatan kepada para pedagang kuliner dan souvenir. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa dampak negatif berupa kerugian, penutupan usaha,&#13;
hingga hilangnya mata pencaharian dan penghasilan masyarakat yang&#13;
hidup dari usaha sektor pariwisata. Dampak positif berupa sebagai&#13;
pembelajaran di masa kritis, sebagai peluang pengembangan dan&#13;
peningkatan pariwisata. Pemerintah Kota Banda Aceh juga tidak&#13;
mengutamakan dampak yang dialami oleh para pelaku di sektor&#13;
pariwisata dilihat dari sedikitnya kebijakan yang ditunjukkan secara&#13;
langsung kepada para pelaku usaha di sektor pariwisata. Penelitian ini&#13;
menyarankan agar Pemerintah Kota Banda Aceh mengevaluasi kebijakan&#13;
yang bersangkutan dengan kondisi pandemi agar objek kebijakan lebih&#13;
difokuskan daripada pihak-pihak yang seharusnya tidak menjadi objek&#13;
kebijakan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Covid-19, Sektor Pariwisata, Kota Banda Aceh &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107706</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 15:50:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 11:45:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>